Menjaga Diri dan Hati Agar Selalu Kembali Fitri
Jakarta, tvOnenews.com - Memaafkan menjadi salah satu pesan utama dalam perayaan Idulfitri. Tidak hanya sebagai tradisi saling bermaafan, memaafkan juga diyakini sebagai jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Hal tersebut disampaikan oleh KH Syarif matnadjih dalam program Damai indonesiaku spesial Idulfitri 1446 Hijriah.
Dalam tausiah yang disampaikan, ia menegaskan bahwa memaafkan merupakan cerminan kasih sayang yang ditanamkan oleh Allah dalam hati manusia. Orang yang mampu memaafkan disebut sebagai pribadi yang istimewa karena memiliki kelapangan dada.
Dalam sesi dialog, salah satu jemaah bernama Yasmin mengungkapkan bahwa orang tua menjadi pihak yang paling ingin ia mintai maaf di momen Lebaran. Ia menyadari masih banyak kesalahan, baik yang disadari maupun tidak, yang telah dilakukan kepada orang tuanya.
Menanggapi hal tersebut, KH Syarif Matnaji menegaskan bahwa orang tua memang menjadi pihak utama yang layak mendapatkan permohonan maaf, mengingat besarnya jasa dan kasih sayang yang telah diberikan.
Ia juga mengingatkan bahwa menahan amarah dan enggan memaafkan bukanlah sikap yang dianjurkan.
Mengutip pandangan ulama, ia menyebut bahwa orang yang tidak mau memaafkan berpotensi dikuasai sifat negatif yang menjauhkan dari nilai keimanan.
Dalam penjelasannya, ia merujuk pada ajaran Al-Qur’an yang menegaskan bahwa orang-orang yang memaafkan akan mendapatkan pertolongan dan ridha Allah, bahkan dijanjikan balasan berupa surga.
Ia pun mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai kesempatan membuka pintu maaf seluas-luasnya, setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Melalui sikap saling memaafkan, diharapkan hubungan antarsesama menjadi lebih harmonis serta memperkuat nilai persaudaraan dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.