- Antara
Arus Balik H+2 Lebaran: Volume Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni Melonjak Signifikan
Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan masyarakat yang kembali dari mudik Idul Fitri 1447 Hijriah mulai memadati Pelabuhan Bakauheni pada Senin (23/3) atau H+2 Lebaran.
Arus penumpang dan kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa terpantau mengalami peningkatan yang cukup terasa sejak satu hari sebelumnya.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengungkapkan bahwa meski terjadi lonjakan volume, seluruh proses penyeberangan dipastikan tetap berjalan kondusif dan lancar berkat koordinasi intensif antarinstansi.
“Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” jelas Partogi di Lampung Selatan.
Berdasarkan data terbaru dari Posko Bakauheni dalam kurun waktu 24 jam, tercatat ada 146 perjalanan kapal yang melayani 51.751 penumpang.
Angka kunjungan ini menunjukkan kenaikan sebesar 30,5 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan secara total mencapai 14.094 unit, atau melesat hingga 45,3 persen.
“Kenaikan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit atau meningkat 59,4%, diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau naik 27,9%. Sementara itu, kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau melonjak 189,6%, serta bus sebanyak 237 unit atau meningkat 19,7 persen,” papar Partogi.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pihak ASDP telah menerapkan strategi pengalihan kendaraan. Penumpang pejalan kaki serta kendaraan kecil (golongan I hingga VIA) tetap dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni.
Namun, untuk kendaraan besar seperti truk golongan IVB, VB, dan VIB yang diperbolehkan beroperasi, diarahkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu.
Adapun truk berat (golongan VIB tiga sumbu ke atas) yang masih terkena aturan pembatasan operasional diminta untuk tetap menunggu di area buffer zone atau rest area jalan tol demi menghindari penumpukan di dermaga.
"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” kata Partogi.
Manajemen ASDP juga menerapkan sistem layanan dermaga yang fleksibel melalui metode multi-dermaga. Hal ini dilakukan agar distribusi kendaraan dan penumpang tidak menumpuk di satu titik saja, sehingga ritme pelayanan tetap stabil meskipun volume kendaraan terus bertambah. (ant/dpi)