- Julio Trisaputra-tvOne
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi 24 Maret, Kendaraan Tembus 285 Ribu, Ini Tanggal Rawan Macet
Untuk mengurangi penumpukan kendaraan, pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Dengan fleksibilitas kerja ini, masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu kepulangan tanpa harus kembali secara bersamaan.
Alternatif Waktu Perjalanan
Pemerintah memberikan beberapa opsi waktu yang lebih aman bagi pemudik:
-
Lebih awal: 23 Maret 2026
-
Lebih longgar: 25–27 Maret 2026
Langkah ini diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.
Diskon Tarif Tol untuk Kurangi Kepadatan
Sebagai upaya tambahan, operator jalan tol juga memberikan insentif bagi pengguna jalan.
Diskon tarif tol sebesar 30 persen akan diberlakukan pada:
-
26–27 Maret 2026
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pemudik untuk memilih waktu perjalanan di luar puncak arus balik.
Dengan begitu, kepadatan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.
Faktor Keselamatan Jadi Prioritas
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa menghindari puncak arus balik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan.
Kepadatan ekstrem dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta kelelahan pengemudi, yang berpotensi membahayakan perjalanan.
Ia mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk mempertimbangkan kondisi fisik dan kesiapan kendaraan.
Potensi Kemacetan Ekstrem Perlu Diwaspadai
Dengan prediksi lonjakan kendaraan yang lebih tinggi dibanding arus mudik, arus balik Lebaran 2026 berpotensi menghadirkan kemacetan ekstrem di berbagai titik.
Tanpa pengaturan waktu yang tepat, pemudik berisiko terjebak dalam antrean panjang yang memakan waktu berjam-jam.
Karena itu, perencanaan perjalanan menjadi kunci utama untuk menghindari situasi tersebut. (nsp)