news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Bekasi, Rabu (25/3)..
Sumber :
  • Antara

Usai Libur Lebaran, Pasien RSUD Kabupaten Bekasi Membeludak

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat kenaikan jumlah kunjungan pasien yang signifikan setelah masa libur Lebaran. 
Kamis, 26 Maret 2026 - 02:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat kenaikan jumlah kunjungan pasien yang signifikan setelah masa libur Lebaran

Fenomena ini didominasi oleh warga yang menderita gangguan kesehatan akibat faktor kelelahan serta pola makan yang tidak terjaga selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Situasi ini dipantau langsung oleh Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat mengunjungi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis yang prima meski terjadi kepadatan.

"Pasien meningkat, melonjak tajam. Banyak yang mengeluhkan sakit diare, mual dan pusing. Itu karena pola makan, kebanyakan santan," ujar Asep Surya Atmaja di Cikarang, Rabu (25/3).

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga sempat berdialog dengan keluarga pasien guna menyerap aspirasi terkait kualitas layanan, termasuk mengenai durasi penanganan medis. 

Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan memerlukan tahapan observasi yang mendalam agar diagnosis yang dihasilkan akurat dan penempatan ruang perawatan sesuai dengan jenis penyakit pasien.

"Untuk cek kolesterol saja kan harus puasa, jadi perlu waktu. Jadi di sini pasien bukan didiamkan tetapi diobservasi. Kalau sudah jelas, misalnya infeksi, masuk ke Ruang Seruni, kalau demam biasa, ke penyakit dalam. Jadi tidak sembarang dipindahkan," katanya.

Asep pun memberikan jaminan bahwa seluruh tenaga kesehatan tetap bersiaga di tempat tugas masing-masing demi memenuhi tanggung jawab mereka sebagai pelayan masyarakat.

"Tenaga medis full karena mereka terikat sumpah profesi, jadi tetap menjalankan kewajiban," ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, menegaskan bahwa seluruh unit layanan beroperasi secara normal. 

Pihak manajemen tidak memberlakukan sistem kerja dari rumah (work from home) bagi pegawainya demi menjaga efektivitas pelayanan.

"Semua sistem berjalan, pasien terlayani. Dokter, perawat semua hadir, kami tidak menerapkan WFH, semua instalasi tetap berjalan," tegasnya.

RSUD Kabupaten Bekasi diperkuat 1.026 personel yang terdiri dari dokter, perawat, hingga tenaga pendukung.

Dengan kesiapan sumber daya manusia yang berpengalaman, Sri Enny optimistis lonjakan pasien ini dapat tertangani dengan baik.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:43
01:19
03:01
01:27
02:53
04:11

Viral