- Pixabay
Percepatan Elektrifikasi Jadi Kunci, Strategi Baru Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya memperkuat ketahanan energi nasional semakin mendesak di tengah tekanan global terhadap pasokan energi dan fluktuasi harga bahan bakar. Salah satu solusi yang dinilai paling efektif adalah percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.
Langkah ini tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga mampu menekan beban subsidi energi yang selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan anggaran negara.
Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinan Hutahaean, menilai bahwa elektrifikasi merupakan strategi kunci untuk menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Konversi Kompor Listrik Tekan Subsidi Energi
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah konversi penggunaan kompor gas ke kompor listrik di sektor rumah tangga. Menurut Ferdinan, kebijakan ini dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan konsumsi LPG yang sebagian besar masih bergantung pada impor.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki kelebihan pasokan listrik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan mengalihkan penggunaan energi rumah tangga ke listrik, kelebihan daya tersebut dapat terserap sekaligus mengurangi beban subsidi LPG.
“Jika penggunaan kompor gas beralih ke listrik, konsumsi LPG bisa ditekan dan subsidi energi berkurang secara signifikan,” ujarnya di Jakarta.
Secara hitungan, konversi satu juta rumah tangga saja diperkirakan mampu menghemat jutaan tabung LPG setiap bulan. Dari sisi anggaran, penghematan subsidi bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
Jika program ini diperluas hingga puluhan juta rumah tangga, dampaknya terhadap efisiensi energi nasional akan jauh lebih besar dan berkelanjutan.
Kendaraan Listrik Jadi Solusi Transportasi Masa Depan
Selain sektor rumah tangga, percepatan elektrifikasi juga dinilai penting di sektor transportasi. Penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini masih mendominasi.
Kendaraan listrik menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi serta biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbasis bahan bakar fosil.
Ferdinan menekankan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik, baik untuk roda dua maupun roda empat.