news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteti Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia..
Sumber :
  • Setpres

Prabowo Perintahkan Bahlil Berburu Minyak Mentah ke Seluruh Dunia, Stok BBM RI Dipastikan Aman 21–28 Hari

Prabowo tugaskan Bahlil cari pasokan minyak dari semua negara. Stok BBM Indonesia dipastikan aman hingga 21–28 hari di tengah krisis energi global.
Jumat, 27 Maret 2026 - 10:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah gejolak krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat untuk mengamankan pasokan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dirinya mendapat instruksi langsung untuk mencari pasokan minyak mentah dari berbagai negara.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian pasokan energi global, terutama setelah terganggunya jalur distribusi strategis akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Prabowo Tugaskan Bahlil Cari Minyak ke Semua Negara

Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa arahan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mengantisipasi dampak krisis energi yang semakin meluas.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Selain mencari sumber pasokan baru, pemerintah juga diminta untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi dalam negeri, termasuk meningkatkan kapasitas produksi dari kilang-kilang yang ada.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

Dampak Konflik Timur Tengah ke Pasokan Energi RI

Konflik yang memanas di Timur Tengah berdampak langsung terhadap jalur distribusi energi dunia, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu titik vital yang menghubungkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas global.

Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi perhatian serius. Sekitar 20 persen impor energi nasional diketahui melewati Selat Hormuz, sehingga potensi gangguan pasokan menjadi ancaman nyata.

Situasi ini mendorong pemerintah untuk bergerak cepat mencari alternatif sumber pasokan minyak mentah dari negara lain agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.

Stok BBM RI Aman, Bertahan Hingga 28 Hari

Meski menghadapi tekanan global, Bahlil memastikan bahwa kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini masih dalam batas aman.

Ia menyebut kapasitas penyimpanan BBM nasional mampu mencukupi kebutuhan selama 21 hingga 28 hari.

“Cadangan kita itu berkisar antara 21 sampai 28 hari,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa stok BBM bersifat dinamis. Artinya, selama distribusi berjalan, pasokan baru juga terus masuk untuk menjaga keseimbangan cadangan.

Dengan sistem tersebut, pemerintah optimistis ketersediaan energi tetap terjaga meski terjadi gejolak di pasar global.

Optimalisasi Kilang dan Diversifikasi Impor

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah juga akan memaksimalkan peran kilang dalam negeri untuk meningkatkan produksi bahan bakar.

Selain itu, diversifikasi impor menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur distribusi atau negara tertentu.

“Kita mengoptimalkan kilang-kilang kita yang ada di Indonesia dan impor kita di negara-negara lain,” kata Bahlil.

Strategi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan di masa depan.

Solar Dipastikan Tanpa Impor, Bensin Masih Bergantung Luar Negeri

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan kabar positif terkait pasokan solar. Ia memastikan bahwa Indonesia saat ini tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan solar.

“Solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor,” tegasnya.

Namun untuk bensin, kondisi masih berbeda. Sekitar 50 persen kebutuhan bensin nasional masih dipenuhi melalui impor, sementara sisanya berasal dari produksi dalam negeri.

Hal ini menunjukkan bahwa meski ada kemajuan dalam beberapa sektor, Indonesia masih perlu memperkuat kemandirian energi, terutama untuk jenis bahan bakar tertentu.

Antisipasi Darurat Energi di Kawasan Asia

Bahlil juga menyoroti bahwa sejumlah negara di Asia mulai menghadapi kondisi darurat energi akibat lonjakan harga dan terganggunya pasokan global.

Meski demikian, ia memastikan bahwa Indonesia masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa kondisi kita masih aman,” ujarnya.

Langkah cepat pemerintah dalam mengamankan pasokan minyak mentah dan menjaga cadangan BBM menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian ini.

Strategi Jangka Pendek dan Panjang

Penugasan dari Presiden Prabowo kepada Bahlil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan memperluas sumber impor, meningkatkan produksi dalam negeri, serta menjaga stabilitas cadangan, pemerintah berupaya memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Di tengah ancaman krisis energi global, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak tinggal diam, melainkan aktif mencari solusi untuk menjaga stabilitas nasional. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral