- Rochmad Adi/tvOne
Sopir Ngantuk! Mobil Pemudik Asal Gresik Tabrak Pohon di Jombang, Satu Keluarga Luka-luka
Jombang, tvOnenews.com - Perjalanan mudik Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi insiden menegangkan bagi satu keluarga asal Gresik.
Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba hilang kendali dan menghantam pohon di tepi jalan, Jumat (27/3/2026).
Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi di Jalan Raya Desa Japanan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kendaraan jenis Daihatsu Xenia bernomor polisi W 1805 VQ mengalami kerusakan parah di bagian depan akibat benturan keras.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi kendaraan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kecelakaan.
Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
“Seluruh korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi pengemudi yang kelelahan saat berkendara. Mobil yang dikemudikan Sunarto diketahui melaju dari arah timur menuju barat.
“Sesampainya di lokasi, kendaraan oleng ke kiri dan langsung menabrak pohon di tepi jalan,” jelas Siswanto.
Polisi menduga kuat pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat, kondisi berbahaya yang kerap terjadi tanpa disadari ketika tubuh mengalami kelelahan ekstrem.
Dalam kejadian ini, terdapat tujuh orang penumpang yang semuanya merupakan satu keluarga pemudik asal Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Para korban terdiri dari orang tua, anak-anak, hingga lansia, dengan kondisi luka yang bervariasi.
Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek berat. Kap mesin hancur, sementara kaca depan pecah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para pemudik, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara jarak jauh.
“Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat di tempat yang aman. Jangan memaksakan diri karena risikonya sangat besar,” tegas Siswanto.
Kepolisian juga mengimbau pengendara untuk memastikan kondisi fisik prima sebelum melakukan perjalanan, terutama di masa arus mudik dan balik Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.
Perjalanan mudik seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bersama keluarga. Namun tanpa kewaspadaan, perjalanan tersebut bisa berubah menjadi musibah dalam sekejap. (roi/muu)