news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi11.
Sumber :
  • Istimewa

Pendapatan IRRA Naik 12,55 Persen, Laba Bersih Tumbuh 23,03 Persen

Margin laba bersih tercatat berada di level 5,96 persen, dengan laba per saham (earning per share/EPS) yang ikut mengalami kenaikan 20,13 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Rabu, 1 April 2026 - 08:08 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Itama Ranoraya Tbk mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Emiten distribusi alat kesehatan berkode saham IRRA itu membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun, naik 12,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih perseroan juga meningkat menjadi Rp65,53 miliar atau tumbuh 23,03 persen secara tahunan. Sementara itu, margin laba bersih tercatat berada di level 5,96 persen, dengan laba per saham (earning per share/EPS) yang ikut mengalami kenaikan 20,13 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif, mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi usaha di sejumlah lini yang diiringi dengan pengelolaan biaya operasional secara lebih efisien.

Menurut dia, capaian sepanjang 2025 menunjukkan kondisi fundamental perusahaan masih terjaga di tengah perubahan kebutuhan dan dinamika sektor kesehatan.

“Kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan mencerminkan upaya perusahaan dalam mempertajam portofolio produk strategis sekaligus menjaga efisiensi operasional,” ujar Heru dalam keterangannya.

Ia menambahkan, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara penguatan bisnis dan penyediaan produk kesehatan yang tetap relevan dengan kebutuhan layanan medis.

Sepanjang 2025, perseroan juga menyelesaikan sejumlah investasi yang diarahkan untuk memperkuat infrastruktur distribusi, logistik, sistem pengelolaan inventori, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Langkah tersebut ikut mendorong kenaikan total aset perusahaan menjadi Rp2,43 triliun, atau tumbuh 46,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan aset itu sejalan dengan peningkatan kapasitas operasional dan perluasan jangkauan distribusi perusahaan.

Hingga akhir 2025, jaringan distribusi IRRA tercatat mencapai 2.504 titik di berbagai wilayah Indonesia, atau meningkat 18,5 persen secara tahunan.

Dari sisi segmen usaha, kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari lini In Vitro Diagnostics yang menyumbang Rp693,48 miliar. Disusul segmen alat kesehatan elektronik medik steril sebesar Rp347,94 miliar, serta alat kesehatan non-elektronik medik steril sebesar Rp52,88 miliar. Adapun segmen produk kesehatan lainnya berkontribusi Rp5,91 miliar.

Heru mengatakan, penguatan investasi yang dilakukan tahun lalu menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat kapasitas distribusi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:08
01:26
01:53
04:46
00:47
01:57

Viral