- Julio Trisaputra-tvOne
Berita Foto: Revitalisasi Trotoar Rasuna Said Dimulai Setelah Pembongkaran Tiang Monorel
Jakarta, tvOnenews.com — Revitalisasi trotoar di Jalan HR Rasuna Said resmi dimulai menyusul pembongkaran tiang Monorel.
Pekerjaan ini bertujuan memperluas jalur pedestrian untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki di salah satu koridor padat lalu lintas di Jakarta.
Pantauan di lokasi pada Selasa (7/4/2026), para pekerja terlihat aktif menyelesaikan proyek revitalisasi jalur pejalan kaki.
Deretan tiang monorel yang semula berdiri dari arah Menteng menuju Gatot Subroto telah dibongkar dan ruang bekas pilar tersebut langsung dimanfaatkan untuk pelebaran trotoar.
- Julio Trisaputra-tvOne
- Julio Trisaputra-tvOne
- Julio Trisaputra-tvOne
- Julio Trisaputra-tvOne
- Julio Trisaputra-tvOne
Sementara itu, median jalan segera dicor untuk merapikan kawasan yang sebelumnya terkesan semrawut akibat proyek yang mangkrak selama hampir 20 tahun.
Pelebaran jalur pedestrian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menata kawasan sekaligus mengurangi kemacetan.
Dengan trotoar yang lebih luas, pejalan kaki kini memiliki ruang yang cukup untuk berjalan, bahkan bagi penyandang disabilitas, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan.
Penataan ini juga diharapkan mendorong penggunaan transportasi non-bermotor, seperti sepeda dan jalan kaki, di sepanjang koridor bisnis utama Jakarta Selatan. Proyek revitalisasi ini ditargetkan selesai pada September 2026.
Lisa, pengguna jalan, berharap jalur pedestrian baru dapat menjadi ruang publik yang ramah dan nyaman dilengkapi fasilitas pendukung seperti bangku, pencahayaan, dan pohon peneduh.
“Saya berharap trotoar ini tidak hanya lebar, tapi juga nyaman dan aman untuk pejalan kaki dari semua kalangan,” ujarnya yang kerap melintas di kawasan Rasuna Said.
Revitalisasi ini juga menjadi simbol transformasi Jakarta dari kota yang padat kendaraan menuju kota yang lebih manusiawi di mana pejalan kaki memiliki peran penting dalam tata ruang perkotaan.
Dengan penataan yang matang, kawasan ini diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas ruang publik di ibu kota. (jts/nsi)