news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mensesneg Prasetyo Hadi.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Dua Kapal Tanker Indonesia Tertahan di Selat Hormuz, Istana Pastikan Tak Ganggu Suplai BBM dan LPG dalam Negeri

Ia menjelaskan, kontribusi dua kapal tersebut terhadap cadangan energi nasional relatif kecil, sehingga tidak berdampak signifikan
Kamis, 9 April 2026 - 11:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman meskipun dua kapal tanker milik Pertamina tertahan dan belum dapat melintasi jalur strategis Selat Hormuz. Istana menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengganggu suplai BBM maupun LPG dalam negeri.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, bahwa dua kapal tanker, yakni Gamsunoro dan Pertamina Pride, saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab karena proses yang masih berlangsung.

“Terus kita lakukan komunikasi. Tapi kan kemudian jangan atau mohon tidak dikaitkan bahwa akibat proses negosiasi yang belum nanti seolah-olah akan mengganggu stok suplai,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, kontribusi dua kapal tersebut terhadap cadangan energi nasional relatif kecil, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan energi di dalam negeri.

“Karena yang tertahan itu kalau bicaranya tonase dia sekitar kurang lebih 1,8 juta barel lah. Jadi itu setara dengan mungkin cadangan kita satu sampai dua hari saja,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah mencatat cadangan energi nasional berada dalam kondisi aman, bahkan mencapai lebih dari 20 hari. Angka ini menjadi bantalan penting dalam menghadapi gangguan distribusi global.

Meski demikian, pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi stok yang ada. Langkah antisipatif terus dilakukan dengan mengamankan pasokan dari berbagai sumber alternatif di luar kawasan Teluk.

“Artinya pemerintah juga tidak tinggal diam hanya kepada masalah tersebut kan. Sumber-sumber suplai dari tempat yang lain harus kita secure,” ujar dia.

Ini merupakan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, dengan mengedepankan diversifikasi pasokan dan penguatan cadangan dalam negeri sebagai langkah mitigasi risiko. (agr)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral