news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sosok Sugianto Kusuma alias Aguan Bos Agung Sedayu Group..
Sumber :
  • Istimewa

Ambisi Hijau Agung Sedayu Group: Sulap Hutan Lindung Banten Jadi Wisata Ramah Lingkungan Tanpa Rusak Alam?

Agung Sedayu Group kembangkan hutan lindung Banten jadi wisata hijau. Fokus pada rehabilitasi mangrove, fasilitas publik, dan infrastruktur.
Kamis, 9 April 2026 - 17:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Langkah ekspansi Agung Sedayu Group kembali mencuri perhatian. Kali ini, Agung Sedayu Group tidak sekadar membangun kawasan komersial, tetapi mengusung ambisi besar: mengembangkan hutan lindung di Banten menjadi destinasi wisata hijau berbasis lingkungan.

Proyek Agung Sedayu Group ini bukan hanya soal investasi Rp7 triliun, tetapi juga menyangkut tujuan besar dalam menggabungkan konservasi alam, fasilitas publik, dan pengembangan kawasan strategis.

Tujuan Utama Agung Sedayu Group: Rehabilitasi dan Wisata Hijau

Direktur Utama Agung Sedayu Group, Nono Sampono, menegaskan bahwa tujuan utama Agung Sedayu Group dalam proyek ini adalah rehabilitasi hutan mangrove.

Agung Sedayu Group ingin menghidupkan kembali ekosistem bakau yang selama ini terdegradasi, sekaligus menjadikannya kawasan wisata berbasis alam.

Dengan kata lain, Agung Sedayu Group tidak hanya membangun, tetapi juga melakukan pemulihan lingkungan.

Konsep yang diusung Agung Sedayu Group meliputi:

  • Restorasi hutan mangrove

  • Penghijauan kawasan lindung

  • Penataan lingkungan tanpa merusak ekosistem

  • Pengembangan wisata berbasis alam

Langkah ini memperlihatkan arah baru Agung Sedayu Group yang mulai menggabungkan bisnis properti dengan prinsip keberlanjutan.

Agung Sedayu Group Fokus pada Public Utility, Bukan Komersial

Menariknya, Agung Sedayu Group menegaskan bahwa proyek ini tidak murni komersial.

Dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, dijelaskan bahwa pengembangan oleh Agung Sedayu Group masuk kategori public utility.

Artinya, tujuan Agung Sedayu Group lebih diarahkan pada:

  • Fasilitas umum (fasum)

  • Fasilitas sosial (fasos)

  • Infrastruktur publik

  • Kawasan wisata terbuka

Agung Sedayu Group ingin menghadirkan ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat luas, bukan sekadar kawasan privat.

Konsep Agung Sedayu Group: Wisata Tanpa Bangunan Permanen

Salah satu hal yang membedakan proyek Agung Sedayu Group ini adalah pendekatannya yang minim konstruksi permanen.

Agung Sedayu Group merancang kawasan wisata tanpa dominasi bangunan beton, melainkan mengutamakan lanskap alami.

Konsep ini meliputi:

  • Wisata mangrove

  • Wisata flora dan fauna

  • Area rekreasi alam

  • Jalur ekowisata

Dengan pendekatan tersebut, Agung Sedayu Group mencoba menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Infrastruktur Jadi Bagian Strategi Agung Sedayu Group

Selain wisata, Agung Sedayu Group juga memiliki tujuan besar dalam pengembangan infrastruktur.

Salah satu rencana utama Agung Sedayu Group adalah pembangunan jalan tol sepanjang 38,6 kilometer yang menghubungkan kawasan strategis dari Merak hingga Tanjung Priok.

Proyek ini diharapkan dapat:

  • Mengurai kemacetan menuju Bandara Soekarno-Hatta

  • Meningkatkan konektivitas kawasan

  • Mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah

Dengan demikian, Agung Sedayu Group tidak hanya fokus pada wisata, tetapi juga konektivitas regional.

Skema Khusus: Agung Sedayu Group Tetap Jaga Hutan Lindung

Untuk merealisasikan proyek ini, Agung Sedayu Group menggunakan skema Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Dalam skema ini, Agung Sedayu Group tetap wajib menjaga fungsi hutan lindung.

Aturannya cukup ketat:

  • Maksimal 10% area boleh dibangun

  • Fokus utama pada restorasi lingkungan

  • Luas hutan tidak boleh berkurang

Dengan aturan tersebut, proyek Agung Sedayu Group diharapkan tidak merusak kawasan lindung, melainkan justru memperbaikinya.

Skala Proyek Agung Sedayu Group di Banten

Proyek Agung Sedayu Group ini akan mencakup tiga wilayah di Kabupaten Tangerang:

  • Teluknaga

  • Kosambi

  • Pakuhaji

Total luas yang dikembangkan Agung Sedayu Group mencapai sekitar 900 hektare, menjadikannya salah satu proyek terbesar di kawasan tersebut.

Selain itu, Agung Sedayu Group juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti:

  • Kawasan wisata religi

  • Area olahraga (golf, voli, berkuda)

  • Rumah ibadah lintas agama

  • Destinasi edukasi lingkungan

Ambisi Besar Agung Sedayu Group: Harmoni Bisnis dan Lingkungan

Jika dilihat secara keseluruhan, tujuan Agung Sedayu Group dalam proyek ini cukup jelas: menciptakan harmoni antara pembangunan dan pelestarian alam.

Agung Sedayu Group ingin membuktikan bahwa kawasan hutan lindung tidak selalu harus “ditutup”, tetapi bisa dimanfaatkan secara bijak untuk:

  • Edukasi lingkungan

  • Pariwisata berkelanjutan

  • Peningkatan ekonomi daerah

Namun, di balik ambisi besar Agung Sedayu Group tersebut, tetap ada tantangan besar, terutama soal pengawasan dan konsistensi menjaga ekosistem.

Menanti Keputusan Pusat atas Proyek Agung Sedayu Group

Meski rencana Agung Sedayu Group sudah dipaparkan, keputusan akhir tetap berada di pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi Banten hanya memberikan rekomendasi, sementara izin sepenuhnya ditentukan oleh Kementerian terkait.

Kini, publik menanti: apakah ambisi hijau Agung Sedayu Group ini benar-benar akan menjadi model pengembangan berkelanjutan, atau justru memicu perdebatan baru soal pemanfaatan hutan lindung. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral