news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat.
Sumber :
  • tim tvOnenews.com

Kepada Dedi Mulyadi, RSHS Bandung Bilang Kalau Perawat yang Lalai Berikan Bayi Pasien Sudah Dinonaktifkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta klarifikasi pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung terkait insiden perawat berikan bayi pasien ke orang lain
Jumat, 10 April 2026 - 13:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta klarifikasi pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung terkait insiden perawat berikan bayi pasien ke orang lain.

Sebelumnya, insiden bayi nyaris tertukar ini viral di media sosial setelah diunggah oleh Nina Saleha (27) di akun TikTok pribadinya @nindy5760 pada Rabu (8/4/2026).

Ibu muda asal Kota Cimahi itu mengaku kesal lantaran nyaris kehilangan bayi yang baru dilahirkannya akibat kelalaian perawat RSHS Bandung.

Buntut insiden itu, Dedi Mulyadi meminta klarifikasi kepada pihak RS Hasan Sadikin Kota Bandung.

Dedi Mulyadi dan Arif selaku Asisten Manajer Keperawatan
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL

Kang Dedi Mulyadi alias KDM langsung melakukan panggilan video call Asisten Manajer Keperawatan RSHS Kota Bandung, Arif pada Kamis (9/4/2026).

KDM mempertanyakan nama hingga status perawat yang lalai dalam tugasnya tersebut.

Berdasarkan keterangan Asisten Manajer Keperawatan RSHS Kota Bandung, perawat tersebut merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah bekerja di RSHS Bandung lebih dari 20 tahun.

KDM pun menanyakan sanksi apa yang diberikan RSHS terhadap oknum perawat senior tersebut.

"Sanksi yang diberikan apa sekarang?" tanya Dedi Mulyadi.

Kemudian, Ari menuturkan langkah-langkah yang telah RSHS Bandung ambil dalam menanggapi kasus bayi tertukar ini.

"Kami sudah klarifikasi, sudah juga berkumpul dengan Pak Dirmed (Direktur Medik), sudah dilaporkan juga ke Pak Dirut (Direktur Utama. Sementara memang sebagai bentuk pembinaan, kami nonaktifkan dulu dari pelayanan untuk kami analisis lebih dalam," jawab Arif.

Dedi Mulyadi pun memastikan, bahwa RSHS Bandung harus melakukan evaluasi terkait kelalaian perawat tersebut.

"Kemudian dilakukan evaluasi, apa yang menjadi latar belakang kecerobohan itu?" kata Dedi Mulyadi.

"Betul, Pak. Bersama Komite Keperawatan, kami nanti analisis lebih dalam," jelas Arif.

KDM bertanya lebih dalam terkait sanksi yang akan perawat tersebut dapatkan apabila terbukti lalai.

"Oke ada kelalaian, ada kesengajaan. Kalau kelalaian sanksinya apa?" tanya Dedi Mulyadi lagi.

"Kalau kelalaian nanti akan ada pembinaan dan surat peringatan, Pak," jawab Arif.

Merasa belum jelas dengan jawaban Arfi, Dedi Mulyadi pun mempertegas pertanyaannya terkait sanksi.

"Bukan, pertanyaan saya, apabila kelalaian, sanksinya apa? Seperti penundaan gaji atau tunjangan?" tanya Dedi Mulyadi.

Ari pun menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Ada sanksi disiplin dari Komite Keperawatan. Kalau dalam regulasi kami, berdasarkan analisis, apabila terkait kompetensi maka akan ada pembinaan seperti dilatih ulang. Tetapi, kalau sudah jelas kelalaian, itu akan ada pencabutan kewenangan sementara," jelasnya.

Ari menambahkan, pencabutan kewenangan itu bisa berlangsung permanen bergantung pada hasil analisa kasus. (muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral