news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan.
Sumber :
  • Istimewa

DPR Respons Proyeksi World Bank: Ekonomi RI Tak Selemah Itu

Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh World Bank menjadi 4,7 persen dinilai tak bisa dibaca secara hitam-putih.
Jumat, 10 April 2026 - 16:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh World Bank menjadi 4,7 persen dinilai tak bisa dibaca secara hitam-putih. 

DPR menilai ada kecenderungan bias dalam membaca kondisi ekonomi nasional.

Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, mengakui penurunan proyeksi itu dipicu tekanan global, mulai dari lonjakan harga energi hingga ketidakpastian pasar keuangan internasional.

"Penyesuaian ini menunjukkan adanya risiko perlambatan ekonomi yang dipicu oleh faktor global, termasuk volatilitas harga komoditas dan perubahan sentimen investor," ungkap Eric, Jumat (10/4/2026).

Meski begitu, ia mengingatkan agar analisis lembaga internasional tidak dijadikan satu-satunya acuan. Menurutnya, pendekatan yang digunakan cenderung berbasis asumsi global agregat dan belum tentu mencerminkan struktur ekonomi Indonesia.

Eric menilai kekuatan domestik justru masih menjadi bantalan utama. Ia menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 yang diperkirakan tetap tinggi.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 yang diperkirakan dapat melampaui 5,6 persen mengindikasikan bahwa permintaan domestik, stabilitas sektor keuangan, serta keberlanjutan belanja pemerintah masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.

Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia yang ditopang konsumsi rumah tangga membuat dampak tekanan global tidak sebesar negara yang bergantung pada ekspor.

Namun, Eric juga mengingatkan bahwa revisi proyeksi tetap berdampak pada psikologi pasar. Persepsi investor dan ekspektasi pasar bisa ikut tertekan jika tidak direspons dengan tepat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang berbasis data agar kredibilitas ekonomi tetap terjaga.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap narasi ekonomi didukung oleh fundamental yang kuat dan indikator yang terukur. Dengan demikian, stabilitas ekspektasi pasar dapat terjaga dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan,” tegas Eric Hermawan.(rpi/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral