news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Seskab, Teddy Indra Wijaya.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siegar

Seskab Teddy: Tak Ada Rencana Tarik Pasukan TNI dari Lebanon

Meski tidak ada opsi penarikan, pemerintah memastikan aspek keselamatan seluruh personel TNI di wilayah konflik tetap menjadi perhatian utama.
Sabtu, 11 April 2026 - 11:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menegaskan belum berencana memulangkan prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya usai agenda di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat malam (10/4/2026).

“Oh tidak ada untuk ke situ (penarikan pasukan),” kata Teddy.

Meski tidak ada opsi penarikan, pemerintah memastikan aspek keselamatan seluruh prajurit TNI di wilayah konflik tetap menjadi perhatian utama. Peninjauan kondisi lapangan dan evaluasi strategis, baik dari sisi internal maupun eksternal, disebut terus berjalan.

“Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan ke luar. Dan saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri ya,” ujarnya.

Teddy menjelaskan, partisipasi Indonesia dalam misi penjaga perdamaian dunia merupakan bagian dari amanat konstitusi, khususnya semangat menjaga ketertiban dunia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

“Jadi, saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai Undang-Undang di pembukaan alinea empat menjaga ketertiban dunia, jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian, dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada gitu ya kira-kira,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi serangan di Lebanon Selatan yang dalam sepekan terakhir turut menyasar posisi pasukan UNIFIL. Tiga insiden tercatat terjadi dalam kurun waktu singkat.

Serangan pertama dan kedua mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur. Mereka adalah Praka Farizal Romadhon yang meninggal akibat ledakan proyektil artileri di area dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026), serta Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur sehari setelahnya saat kendaraan mereka terkena ledakan di sekitar Bani Hayyan.

Insiden berikutnya terjadi pada Jumat (3/4/2026) di El Addaiseh, Lebanon Selatan, yang menyebabkan tiga peacekeepers Indonesia mengalami luka.

Merespons rangkaian serangan tersebut, Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang khusus untuk membahas keselamatan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya menyatakan bahwa Prancis selaku pen holder isu Lebanon di Dewan Keamanan menyetujui usulan Indonesia untuk mengadakan rapat darurat.

“Kemudian juga Pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap kita di New York, satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan,” kata Sugiono.

Selain mengutuk keras serangan tersebut, Indonesia juga meminta investigasi penuh dilakukan terhadap insiden yang menimpa pasukan UNIFIL.

“Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” ujarnya.

Sugiono juga menekankan pentingnya peninjauan ulang sistem perlindungan pasukan perdamaian PBB, terutama yang bertugas di kawasan rawan konflik seperti Lebanon Selatan.

“Oleh karena itu kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa mandat UNIFIL hanya berfokus menjaga situasi damai, bukan menciptakan perdamaian melalui operasi tempur.

“Karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making,” tegas Sugiono. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral