- Antara
Miris! Ayah di Demak Tipu Anak Sendiri Buat Temani Curi Motor, Modusnya Pura-pura COD
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi pencurian sepeda motor di Semarang berakhir gagal setelah warga memergoki gerak-gerik mencurigakan dua pria pada Jumat (10/4/2026) dini hari. Yang mengejutkan, salah satu terduga pelaku merupakan pelajar berusia 17 tahun yang menemani ayahnya.
Pelaku utama diketahui berinisial ZA (42), warga Karangawen, Kabupaten Demak. Ia diamankan Polsek Bergas setelah tertangkap warga saat berusaha membawa kabur sepeda motor milik warga di Dusun Sapen, Desa Candirejo, Pringapus.
Kapolsek Bergas AKP Harjono menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.10 WIB di area pos ronda RT 01/RW 02. Sasaran pelaku adalah Honda Revo milik warga yang diparkir di pos ronda karena halaman rumah korban tidak cukup menampung kendaraan.
“Pengungkapan kasus ini berawal saat seorang warga mendengar suara motor berhenti tidak jauh dari rumahnya. Dia kemudian mengintip melalui jendela dan melihat dua laki-laki mencurigakan,” ujar Harjono, Minggu (12/4/2026).
Saat seorang pria terlihat mendorong motor dari lokasi parkir, warga langsung meneriaki maling. Situasi pun berubah panik karena pelaku lain berusaha mengelabui warga dengan alasan sedang melakukan transaksi cash on delivery (COD) sepeda motor.
“Saksi berteriak maling hingga pelaku berhasil ditangkap warga. Sementara itu, pelaku lainnya mengatakan kepada warga bahwa sepeda motor tersebut merupakan transaksi COD,” paparnya.
Alibi tersebut rupanya tidak membuat warga lengah. Keduanya langsung diamankan ke rumah kepala dusun sebelum polisi datang dan membawa mereka ke Mapolsek Bergas.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa Honda Beat yang dipakai menuju lokasi, sebuah obeng kecil yang diduga digunakan untuk merusak kunci motor, serta dokumen kendaraan.
Dalam pemeriksaan awal, remaja berinisial RS (17) mengaku tidak mengetahui niat ayahnya untuk mencuri. Ia menyebut hanya diajak untuk membeli motor lewat COD dan diminta menunggu sekitar 50 meter dari titik kejadian.
“Anak pelaku mengaku diajak bapaknya untuk COD membeli motor. Namun keterangan lain masih didalami. Warga harus tetap waspada dan memarkir kendaraan di lokasi yang aman, termasuk memberi kunci tambahan jika diperlukan,” pungkas Harjono.