- Cepi Kurnia-tvOne
Alami Trauma, Ibu yang Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Ingin Orang yang Hampir Bawa Anaknya Diidentifikasi
Jakarta, tvOnenews.com - Nina Saleha (27) ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mendatangi rumah sakit tersebut didampingi kuasa hukumnya, Senin (13/4/2026).
Kuasa Hukum Nina Saleha, Krisna Murti, mengatakan pihaknya menyerahkan surat berisi sejumlah tuntutan kepada pihak rumah sakit.
Dia menyebut kliennya mengalami trauma akibat kejadian peristiwa yang dialaminya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta RSHS untuk menjelaskan terkait insiden bayi tersebut yang diduga akibat kelalaian perawat.
Guna mengungkap motif sebenarnya di balik kejadian itu, Krisna mengatakan pihaknya mendesak RSHS untuk membuka rekaman CCTV.
Pihaknya juga meminta kejelasan atas kasus yang dinilai memiliki unsur pidana, menegaskan tidak adanya kesepakatan damai dan mengidentifikasi orang yang hampir membawa bayinya.
"Apabila tidak ada itikad baik dari pihak RSHS Bandung untuk mengungkap kasus ini secara transparan, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum karena ditemukan dugaan penculikan," ujarnya, Senin (13/4/2026).
Selain menggandeng kuasa hukum, Nina juga berencana melayangkan surat kepada Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan.
Dia ingin evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit dilakukan oleh dinas dan kementerian terkait.
Di lain sisi, pihak rumah sakit mengaku akan melakukan evaluasi atas insiden tersebut.
Bagian Hukum RSHS Kahfi membenarkan adanya pertemuan di antara mereka. Pihaknya menyatakan akan segera melakukan evaluasi atas kejadian yang terjadi.
Kahfi menyebut sebelumnya RSHS telah bertemu dengan ibu bayi dan menyampaikan permohonan maaf.
Sebagai tindak lanjut, perawat yang diduga lalai telah dinonaktifkan sementara, diberikan sanksi berupa SP1 serta dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien secara langsung.
RSHS mengakui kejadian tersebut merupakan murni kelalaian dari perawat. (cep/nsi)