news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mendagri Tito Karnavian..
Sumber :
  • Puspen Kemendagri

Mendagri Soroti Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Rekrutmen Pilkada Langsung Dinilai Bermasalah

Mendagri Tito Karnavian menilai banyak kepala daerah kena OTT akibat masalah rekrutmen pilkada langsung dan tingginya biaya politik
Senin, 13 April 2026 - 19:07 WIB
Reporter:
Editor :

Namun, Tito menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai kasus individual. Ia menilai fenomena tersebut merupakan gambaran dari masalah yang lebih besar dalam sistem pemerintahan daerah.

“Ada problema dasar. Mungkin salah satunya adalah mekanisme rekrutmen yang digunakan, yaitu hasil dari pemilihan langsung,” tegasnya.

Faktor Kesejahteraan dan Integritas

Selain persoalan sistem rekrutmen, Tito juga menyinggung faktor lain yang turut memengaruhi, yakni kesejahteraan, moral, dan integritas kepala daerah.

Menurutnya, tekanan ekonomi serta tuntutan politik dapat memengaruhi perilaku pejabat publik dalam menjalankan tugasnya. Jika tidak diimbangi dengan integritas yang kuat, maka potensi penyimpangan akan semakin besar.

Ia menilai bahwa pembenahan tidak hanya perlu dilakukan pada sistem pemilihan, tetapi juga pada aspek pembinaan dan pengawasan terhadap kepala daerah.

Evaluasi Sistem Pilkada

Meski mengkritisi, Tito tidak menampik bahwa pilkada langsung memiliki dampak positif, terutama dalam memperkuat demokrasi dan partisipasi publik.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem tersebut agar mampu menghasilkan pemimpin yang tidak hanya populer, tetapi juga kompeten dan berintegritas.

Diskursus mengenai efektivitas pilkada langsung pun kembali mengemuka, seiring meningkatnya jumlah kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

Pemerintah bersama DPR diharapkan dapat mengkaji ulang mekanisme yang ada, termasuk kemungkinan perbaikan sistem rekrutmen politik agar lebih selektif dan transparan.

Tantangan Reformasi Politik Daerah

Fenomena OTT yang menjerat kepala daerah menjadi tantangan serius dalam upaya reformasi birokrasi dan pemerintahan daerah di Indonesia.

Diperlukan langkah konkret untuk memperbaiki ekosistem politik, mulai dari proses pencalonan, pendanaan kampanye, hingga pengawasan pasca terpilih.

Tanpa pembenahan yang komprehensif, potensi terulangnya kasus serupa akan tetap tinggi. Hal ini tentu dapat menggerus kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan daerah.

Pernyataan Tito Karnavian menjadi pengingat bahwa persoalan korupsi di daerah tidak hanya soal individu, tetapi juga berkaitan erat dengan sistem yang melahirkannya. (ant/nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:30
01:12
00:54
04:58
01:08
03:22

Viral