news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

MRT Jakarta.
Sumber :
  • MRT Jakarta

Revitalisasi Stasiun Bundaran HI Dimulai, MRT Ubah Skema Lalin di Thamrin hingga 2027

MRT Jakarta siapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Thamrin akibat revitalisasi Stasiun Bundaran HI. Proyek ditargetkan rampung 2027.
Senin, 13 April 2026 - 19:53 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas seiring dimulainya proyek revitalisasi kawasan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta. Proyek ini mencakup pembangunan ruang multifungsi (extended concourse) serta penambahan akses masuk (entrance/entre) baru yang akan memperkuat konektivitas kawasan pusat ibu kota.

Kebijakan ini berdampak langsung pada pengaturan arus kendaraan di Jalan M.H. Thamrin, khususnya di sisi barat yang akan menjadi area utama pekerjaan konstruksi.

Skema Lalin Berubah, Lajur Dipangkas

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan menyesuaikan ruang jalan yang terdampak proyek.

Sebagian trotoar, satu lajur sepeda, serta sebagian badan jalan akan digunakan sebagai area kerja konstruksi. Akibatnya, komposisi jalur lalu lintas mengalami perubahan signifikan.

Sebelumnya, ruas tersebut terdiri dari:

  • 1 lajur sepeda

  • 3 lajur kendaraan reguler

  • 1 lajur Transjakarta

Selama proyek berlangsung, jalur tersebut akan disederhanakan menjadi:

  • 3 lajur mixed traffic (gabungan kendaraan umum dan pribadi)

Perubahan ini diperkirakan akan memengaruhi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk di kawasan pusat bisnis Jakarta.

Proyek Berlangsung hingga 2027

Pekerjaan revitalisasi telah dimulai sejak Jumat (10/4/2026) dan akan berlangsung dalam beberapa tahap hingga target penyelesaian pada pertengahan 2027.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada perluasan area stasiun, tetapi juga menciptakan ruang multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, termasuk integrasi dengan area komersial di sekitarnya.

Tambahan Tiga Akses Baru

Dalam pengembangan ini, MRT Jakarta akan membangun tiga akses masuk baru (entre) guna meningkatkan kemudahan mobilitas penumpang.

Rinciannya meliputi:

  • Dua entre di sisi barat stasiun

  • Satu entre di sisi timur stasiun

Fasilitas yang disediakan juga beragam, antara lain:

  • Tangga dan eskalator pada dua akses

  • Elevator pada satu akses untuk mendukung aksesibilitas

Akses ini akan terhubung langsung dengan jalur pejalan kaki di kedua sisi Jalan M.H. Thamrin, serta terintegrasi dengan Halte Transjakarta Bundaran HI melalui fasilitas lift.

Dilengkapi Sistem Ventilasi Modern

Selain akses tambahan, proyek ini juga mencakup pembangunan menara ventilasi dan pendingin (cooling and ventilation tower). Fasilitas ini penting untuk menjaga kenyamanan dan sirkulasi udara di area bawah tanah stasiun yang berada pada kedalaman sekitar 18 meter.

Dengan peningkatan ini, MRT Jakarta berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna.

Antisipasi Lonjakan Penumpang

Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta saat ini merupakan salah satu stasiun tersibuk di jalur MRT fase 1 (Utara–Selatan). Rata-rata jumlah pengguna mencapai 450 ribu hingga 500 ribu penumpang setiap bulan.

Jumlah ini diproyeksikan akan terus meningkat, terutama setelah beroperasinya MRT fase 2A segmen Bundaran HI–Monas.

Karena itu, pengembangan ruang multifungsi dan akses baru menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di masa mendatang.

Dukung Konsep Transit-Oriented Development

Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari penerapan konsep transit-oriented development (TOD) yang diusung MRT Jakarta. Melalui konsep ini, stasiun tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga sebagai pusat aktivitas yang terintegrasi dengan kawasan sekitar.

Dengan adanya konektivitas yang lebih baik ke gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan transportasi lain, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.

Pengembangan ini juga diproyeksikan mendukung operasional MRT fase 2A hingga Kota yang ditargetkan rampung pada 2029, sekaligus memperkuat peran transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas Jakarta. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:30
01:12
00:54
04:58
01:08
03:22

Viral