- Antara
Dedi Mulyadi Kasih Bocoran Buat Pasangan Muda: Cara Cepat Punya Rumah Sendiri Tanpa Terjerat Gengsi
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan saran mendalam bagi generasi muda di wilayahnya yang berencana membangun rumah tangga.
Ia menekankan agar pasangan muda lebih memprioritaskan kepemilikan hunian pribadi daripada membuang anggaran besar demi seremoni pernikahan yang mewah.
Pria yang akrab disapa KDM ini menjelaskan bahwa memiliki tempat tinggal yang layak merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga untuk jangka panjang.
Ia menilai, seringkali pasangan terjebak dalam euforia pesta namun mengabaikan kebutuhan primer setelah menikah.
“Daripada habis untuk pesta yang hanya semalam, lebih baik digunakan untuk memiliki rumah. Menjadi raja semalam di pelaminan tidak sebanding dengan kepastian memiliki tempat tinggal,” tegas Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (14/4).
Dedi juga menyoroti fenomena miris di mana biaya pernikahan yang membengkak seringkali memicu beban finansial berat.
Tak jarang, pasangan muda terjerat pinjaman informal atau "bank emok", yang pada akhirnya berujung pada tekanan psikologis dan keretakan ekonomi di awal masa pernikahan.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang mendukung penyediaan rumah terjangkau bagi masyarakat, khususnya bagi pasangan baru dari kalangan Gen Z.
Dedi Mulyadi berharap ada pergeseran gaya hidup, di mana dana yang semula dialokasikan untuk resepsi dialihkan menjadi uang muka (DP) perumahan.
“Untuk urusan perumahan, saya mengajak Gen Z yang mau menikah agar tidak perlu menggelar pesta besar atau seserahan dengan dana pinjaman, apalagi dari ‘bank emok’," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong para pemuda agar tidak merasa malu melangsungkan akad nikah secara sederhana. Menurutnya, menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) jauh lebih bijak jika tujuannya adalah kemandirian ekonomi.
"Lebih baik akad sederhana di KUA, lalu langsung menempati rumah sendiri meski masih mencicil,” tambahnya.
Dedi berpendapat bahwa memiliki aset properti sejak dini, walaupun melalui skema cicilan, akan memberikan keamanan finansial di masa depan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menjauhi gaya hidup konsumtif yang hanya mengedepankan gengsi semata, seperti dekorasi berlebihan atau pengawalan mewah jika harus dibayar dengan utang.
"Ketahanan keluarga dimulai dari fondasi ekonomi yang sehat dan rumah yang layak,” ujar Dedi Mulyadi. (ant/dpi)