- Antara
DPR Soroti Penyampaian Informasi Petugas Haji Bikin Resah, Salah Fiqih hingga Menakut-nakuti Suasana Perang
Jakarta, tvOnenews.com – Kinerja petugas haji kembali disorot para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq, mengkritik lemahnya kesiapan petugas, terutama dalam menyampaikan informasi ke jemaah.
Maman menilai persoalan yang muncul memang terlihat sepele, namun berdampak besar karena menyangkut pemahaman ibadah jemaah.
“Saya minta ini pak menteri haji dan umrah, tolong kesiapan petugas itu agak sedikit diperkuat kembali, terutama soal cara mereka menyampaikan informasi,” kata Maman dalam rapat bersama Kementerian Haji dan Umrah RI, Selasa (14/4/2026).
Ia mengungkap adanya kasus di daerah yang menunjukkan kesalahan fatal dalam penyampaian materi keagamaan.
“Kita ada dua kasus, misalnya kasus di Salatiga kalau nggak salah, soal bagaimana petugas menjelaskan jamak tahrir yang salah bahwa boleh menjama isya dengan subuh. Wah, itu kan… nanti ada jamak jumbo artinya udah aja dijamak semua,” ujarnya.
Menurutnya, kesalahan dalam hal-hal fiqih dasar justru bisa menimbulkan keresahan luas di masyarakat.
“Jadi hal-hal kecil ini, termasuk fiqih-fiqih kecil itu pak. Jadi itu bikin resah masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Maman juga menyoroti sikap petugas yang dinilai justru menakut-nakuti jemaah dengan narasi yang tidak tepat.
“Yang kedua, kemarin saya hadir di acara syukuran haji tiba-tiba ada petugas yang justru menakut-nakuti, ‘bapak ibu inget ya, ini suasana perang, kemungkinan kita akan pakai jalur yang menjauh’ katanya,” ungkap Maman menirukan cerita jemaah.
Ia langsung membantah pernyataan tersebut dan menilai informasi itu tidak berdasar.
“Saya bilang nggak ada itu, jalur kita tetap ke sana, yang ke Madinah dan Jeddah, titik,” katanya.
Maman menilai masih ada oknum petugas yang menafsirkan situasi secara berlebihan hingga membuat jemaah bingung dan cemas.
“Jadi masih ada orang yang mencoba menafsirkan itu dan membuat jemaah bertanya-tanya,” ujarnya.
Ia pun meminta Menteri Haji dan Umrah untuk serius membenahi kualitas petugas, terutama dalam aspek teknis yang langsung bersentuhan dengan jemaah.