- tvOnenews.com/Syifa Aulia
MPR dan UEA Gaspol Perluas Kerja Sama Energi Terbarukan, Proyek PLTS Cirata Disiapkan Jadi Terbesar Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali diperkuat. Kali ini, fokus utama pembahasan mengarah pada pengembangan energi terbarukan yang dinilai menjadi kunci masa depan kedua negara.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menerima kunjungan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Pertemuan ini membahas langkah strategis memperluas kerja sama energi, termasuk pengembangan proyek besar berbasis energi terbarukan.
Momentum 50 Tahun Hubungan Indonesia-UEA
Pertemuan ini berlangsung di tengah peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Momentum ini dimanfaatkan kedua negara untuk memperkuat kemitraan, khususnya di sektor energi bersih.
Eddy menegaskan bahwa kerja sama yang telah terjalin selama ini menunjukkan komitmen kuat UEA dalam mendukung transformasi energi di Indonesia.
“Kedua negara terus berupaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab serta menindaklanjuti berbagai MoU yang sudah disepakati, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.
Proyek PLTS Cirata Jadi Sorotan
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Cirata, Jawa Barat. Proyek ini dikelola oleh perusahaan energi UEA, Masdar.
PLTS Cirata saat ini sudah menjadi salah satu proyek energi surya terbesar di Asia Tenggara. Ke depan, proyek ini direncanakan akan diperluas secara signifikan hingga berpotensi menjadi yang terbesar di dunia.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk konkret dukungan UEA terhadap upaya Indonesia dalam mempercepat transisi energi.
Dukung Target 100 Gigawatt Energi Surya
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menargetkan pengembangan energi surya hingga 100 gigawatt (GW) di seluruh Indonesia.
Menurut Eddy, rencana perluasan investasi dari UEA, termasuk di proyek PLTS Cirata, menjadi bagian penting dalam mencapai target ambisius tersebut.
“Ini adalah dukungan nyata terhadap misi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan,” jelasnya.
Selain itu, MPR juga mendorong percepatan sejumlah regulasi strategis guna memperkuat fondasi transisi energi, antara lain:
-
RUU Minyak dan Gas (Migas)
-
RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET)
-
RUU Pengelolaan Perubahan Iklim
Langkah legislasi ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia.
UEA Tegaskan Komitmen Investasi Energi Hijau
Dalam kesempatan yang sama, Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan apresiasi atas dukungan MPR terhadap berbagai inisiatif investasi UEA di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat kontribusi UEA dalam pengembangan energi terbarukan dan lingkungan hidup di Indonesia.
“Kehadiran kami di MPR hari ini adalah untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan UEA sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan,” ujarnya.
Menurutnya, UEA berkomitmen untuk terus terlibat aktif dalam membantu Indonesia mencapai target transisi energi yang lebih cepat dan berkelanjutan.
Kerja Sama Energi Jadi Pilar Strategis
Kerja sama energi antara Indonesia dan UEA kini menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral kedua negara. Dengan meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan global terhadap isu perubahan iklim, kolaborasi ini dinilai semakin relevan.
Investasi di sektor energi terbarukan tidak hanya berdampak pada ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, termasuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.
Perluasan proyek seperti PLTS Cirata menjadi bukti bahwa kerja sama Indonesia dan UEA tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menghasilkan proyek nyata dengan dampak jangka panjang. (ant/nsp)