- YouTube Setpres
Usai Diplomasi Maraton Rusia–Prancis, Prabowo Tiba di Tanah Air Disambut Gibran Rakabuming
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air usai menjalani rangkaian diplomasi intensif ke dua kekuatan global, Rusia dan Prancis.
Kunjungan singkat namun padat itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, terutama di sektor energi hingga investasi jangka panjang.
Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 13.55 WIB.
Setibanya di darat, Prabowo yang mengenakan topi biru dan baju safari coklat langsung disambut jajaran pejabat tinggi negara, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Turut menyambut di lokasi antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN Muhammad Herindra, Panglima TNI Agus Subianto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Prabowo sempat berbincang singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Lawatan luar negeri ini diawali dengan kunjungan ke Rusia pada 13 April 2026. Di Istana Kremlin, Prabowo menggelar pertemuan panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung hingga lima jam.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut terdiri dari sesi bilateral dan pertemuan empat mata yang berlangsung intensif.
“Pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama 5 jam. Diawali 2 jam pertemuan bilateral, dilanjutkan dengan 3 jam pertemuan tertutup empat mata antara kedua pemimpin,” kata Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (13/4/2026) malam.
Dari pertemuan tersebut, sejumlah kesepakatan penting berhasil dicapai, termasuk kerja sama jangka panjang di sektor energi dan hilirisasi.
“Peningkatan kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar dia.
Selain itu, kedua negara juga menyepakati penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, teknologi, pertanian, hingga investasi industri di Indonesia.
Setelah dari Rusia, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan ke Prancis dan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée. Pertemuan tersebut memperluas cakupan kerja sama ke sektor energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi jangka panjang.
Diplomasi dua negara besar dalam waktu singkat ini menegaskan langkah aktif Indonesia dalam membangun kemitraan global strategis, sekaligus memperkuat posisi nasional di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang terus berubah. (agr/rpi)