- dok.setkab
Purbaya Ungkap IMF hingga Goldman Sachs Puji Strategi Fiskal Prabowo: Enggak Lama Lagi Masuk Arus Modal
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia mengklaim mendapat pengakuan kuat dari lembaga keuangan internasional dan investor global atas arah kebijakan fiskal yang dijalankan.
Dukungan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi masuknya arus modal asing ke pasar domestik dalam waktu dekat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, sejumlah institusi global seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, hingga investor besar memberikan respons positif terhadap strategi ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Indonesia dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian fiskal, kombinasi yang kerap menjadi perhatian utama investor global.
Penilaian tersebut diperoleh usai serangkaian pertemuan dengan berbagai pihak, mulai dari IMF, Bank Dunia, lembaga pemeringkat internasional, hingga 18 institusi investasi global di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam dialog dengan investor, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments, Purbaya mengungkapkan sempat muncul keraguan terkait komitmen Indonesia menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, keraguan tersebut berhasil dijawab melalui paparan kebijakan yang dinilai komprehensif dan terukur.
“Jadi mereka suka sekali dengan penjelasan kita bahwa kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kebijakan fiskal,” jelas Purbaya dalam keterangan video, dikutip Kamis (16/4/2026)..
Ia optimistis, respons positif tersebut akan segera diikuti peningkatan arus modal asing, baik ke instrumen obligasi maupun pasar saham Indonesia.
“Jadi harusnya sih, enggak lama lagi (arus modal) akan masuk ke Indonesia dan akan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi,” terangnya.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva, dibahas kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian. Meski demikian, IMF disebut melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat di tengah tekanan tersebut.
Purbaya menilai hal ini tidak lepas dari langkah penyesuaian kebijakan yang dilakukan pemerintah sejak tahun lalu, termasuk dalam merespons lonjakan harga minyak dunia.
“Dan dia (Kristalina) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu,” kata Purbaya. “Yang jelas, mereka (IMF) akan memberitahukan ke seluruh dunia negara-negara mana saja yang performanya bagus,” imbuh dia.
Respons positif juga datang dari Bank Dunia dan lembaga pemeringkat internasional, yang bahkan membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Indonesia.
“Jadi keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik, dan kita pun menciptakan pertemuan yang baik, pada saat yang bersamaan sepertinya (keraguan itu) sudah hilang,” tambahnya.
Dukungan dari berbagai institusi global ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang semakin diperhitungkan, sekaligus menjadi validasi atas strategi fiskal yang dijalankan di tengah dinamika ekonomi dunia. (agr)