- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Demi Capai Infrastruktur 100 Persen, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Langsung Pantau Perbaikan Jalan Raya Cibarusah
Cikarang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terpantau sedang berada di kawasan Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Kunjungan Dedi Mulyadi ke wilayah Kabupaten Bekasi berlangsung pada Kamis (16/4/2026). KDM sapaan akrabnya, datang untuk meninjau proses perbaikan di Jalan Raya Cibarusah.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Dedi Mulyadi menghampiri sejumlah kontraktor yang bertugas di Jalan KH. Raden Ma'mun Nawawi di Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Dedi Mulyadi berbincang dengan koordinator kontraktor di lapangan. Ia ingin mengetahui seberapa jauh perkembangan perbaikan kerusakan di sepanjang Jalan Raya Cibarusah.
Di momen itu, KDM juga memantau proses perbaikan kerusakan di sepanjang jalan tersebut. Sejumlah alat berat diturunkan guna melancarkan perbaikan jalan.
Proses perbaikan kerusakan Jalan Raya Cikarang-Cibarusah di Serang Baru baru berjalan pada akhir Maret 2026. KDM mengucurkan anggaran besar-besaran demi membangun infrastruktur di Jabar.
Jumlah anggaran yang diguyur Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sekitar kurang lebih Rp18 miliar. Tujuannya untuk memperbaiki secara total kerusakan di sepanjang jalan tersebut.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi membicarakan targetnya terkait perbaikan infrastruktur jalan di Jabar. Ia meminta maaf lantaran Pemprov Jabar belum memenuhi ekspektasi warga Jabar.
KDM mengakui infrastruktur jalan belum mulus 100 persen di Jabar. Namun demikian, ia memastikan Pemprov Jabar terus melakukan proses perbaikan jalan yang hancur maupun bolong.
"Untuk seluruh warga Jabar, mohon maaf apabila masih ada jalan provinsi yang bolong," ujar Dedi Mulyadi, Sabtu (28/2/2026).
Berapa Target Dedi Mulyadi untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan di Jabar?
Gubernur Jabar tersebut mengungkapkan komitmen tingginya, terutama mengenai perbaikan infrastruktur jalan di Jabar. Ia menginginkan jalan tingkat provinsi harus mulus sebesar 90 persen.
Dedi Mulyadi bahkan memasang target paling tinggi sebagai mewujudkan ambisiusnya. Perbaikan jalan rusak diharapkan selesai 100 persen pada akhir 2026.
"Kami berkomitmen seluruh jalan provinsi minimal 90 persen dalam keadaan baik. Bahkan kita inginnya sentuh 100 persen tahun ini supaya bisa dilewati dengan nyaman untuk semua orang," terangnya.
Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan, fokus utama Pemprov Jabar saat ini memperbaiki jalan tingkat provinsi. Ia menyebut jalan yang berlubang dapat menghambat mobilitas warga dan distribusi ekonomi di Jawa Barat.
Untuk itu, KDM menargetkan jalan provinsi di wilayah Cibarusah, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu sasaran utama perbaikan infrastruktur jalan dilakukan Pemprov Jabar.
Berapa Anggaran Perbaikan Jalan Raya Cibarusah?
- Antara/Pradita Kurniawan Syah
Mantan anggota DPR RI ini kerap mendapat aduan dan laporan dari masyarakat. Kondisi Jalan KH. Raden Ma'mun Nawawi sudah parah.
Ironisnya, jalan provinsi ini memiliki banyak lubang besar. Kondisi tersebut kerap memakan korban sehingga mengganggu arus lalu lintas dan membuat pengendara resah.
Dedi Mulyadi menegaskan, Pemprov jabar menargetkan anggaran untuk Jalan Raya Cibarusah relatif paling besar diperkirakan sekitar Rp18 miliar. Hal ini sesuai dengan kondisi tingkat kerusakannya.
"Buat warga Cibarusah, tahun ini Pemerintah Provinsi sudah mengalokasikan anggaran relatif besar untuk perbaikan jalan di wilayah Cibarusah," ungkapnya.
Adapun penggunaan untuk anggaran dana infrastruktur di Jabar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat sebanyak Rp8 triliun.
Akan tetapi, kata dia, jumlah tersebut rentan mengalami kendaral fisikal terutama pada bagian defisit hampir Rp3 triliun. Hal ini dampak dari pemangkasan transfer pusat.
KDM mengaku dirinya nekat. Ia mengajukan pinjaman sebesar Rp2 triliun kepada Bank BJB dan PT SMI. Sementara, cicilan pinjaman sindikasinya hingga 2030.
Dedi Mulyadi menargetkan anggaran yang sudah terkumpul tidak hanya menyasar pada Jalan Raya Cibarusah, tetapi juga untuk pembangunan infrastruktur yang meliputi underpass, jembatan layang/flyover, hingga pengembangan jalur Puncak 2.
(hap)