- Tim TvOne/ Pebri
Gubernur Sumsel Minta Pungli di Jembatan Air Sugihan Segera dihentikan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta praktik pungutan liar (pungli) di Jembatan Air Sugihan yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin segera dihentikan setelah adanya video keluhan warga di media sosial.
Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan guna menindak aksi pungutan liar tersebut.
“Saya sudah perintahkan Sekda untuk berkoordinasi dengan petugas keamanan. Tidak boleh itu, karena jembatan tersebut bukan jembatan berbayar,” katanya.
Ia menegaskan Jembatan Air Sugihan dibangun Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mempermudah akses masyarakat antara Banyuasin dan OKI, bukan sebagai fasilitas berbayar.
Sebelum jembatan itu dibangun, menurut Herman, masyarakat kerap mengeluhkan tingginya biaya transportasi untuk menghubungkan dua wilayah tersebut.
“Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan OKI dan Banyuasin yang selama ini menjadi keluhan karena mahalnya biaya transportasi. Ini bukan jembatan berbayar,” ujarnya.
Selain menyoroti pungutan liar, Deru juga meminta pemerintah daerah setempat menata aktivitas pedagang yang berjualan di atas jembatan.
Sebab, kata dia, jembatan itu seharusnya steril dari aktivitas selain lalu lintas karena berkaitan dengan fungsi dan keselamatan pengguna jalan.
“Untuk pedagang, harus ditata. Tidak seharusnya berjualan di atas jembatan,” kata dia.
Jembatan Air Sugihan memiliki panjang 260 meter dan diresmikan pada Agustus 2023 sebagai salah satu infrastruktur penghubung wilayah pesisir Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.(ant/ree)