- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Konflik Timur Tengah Memanas, LPEI Target Pembiayaan Ekspor Tembus Rp40 Triliun di 2026
Gresik, tvOnenews.com – Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang terus memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank justru menunjukkan sikap agresif.
Permintaan pembiayaan ekspor dari pelaku usaha nasional masih terjaga kuat, tanpa tanda-tanda pelemahan signifikan.
Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman menegaskan, bahwa hingga saat ini geliat eksportir dalam mengakses pembiayaan tetap tinggi, meskipun tekanan global meningkat.
“Permintaan pembiayaan masih tinggi, sejauh ini belum berpengaruh,” ujar Sulaeman dalam acara media briefing Kementerian Keuangan di Gresik, Jawa Timur, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Kinerja solid tersebut tercermin dari total portofolio pembiayaan LPEI yang mencapai sekitar Rp36 triliun sepanjang 2025. Angka ini mencakup pembiayaan komersial serta Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang menjadi instrumen penting dalam mendukung program strategis nasional.
Memasuki 2026, LPEI memasang target ambisius dengan proyeksi pertumbuhan pembiayaan sekitar 10 persen secara tahunan, mendekati Rp40 triliun. Strategi ekspansi difokuskan pada penyeimbangan portofolio antarsegmen guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
“Kalau kita total sekarang itu Rp 36 triliun portofolio LPEI pada tahun lalu. Target tahun ini kita bertumbuh sekitar 10 persen,” ujar Sulaeman.
Lebih lanjut, Sulaeman menjelaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan tidak akan bertumpu pada satu segmen saja. Segmen korporasi diperkirakan tumbuh moderat di bawah 10 persen, sementara sektor usaha kecil, menengah, dan komersial justru didorong lebih agresif dengan target pertumbuhan di atas 10 persen.
Namun, tekanan geopolitik mulai terasa di sejumlah lini. Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang paling rentan, terutama karena ketergantungan terhadap bahan baku impor.
Selain itu, eksportir yang menyasar pasar negara terdampak konflik juga mulai menghadapi tantangan, termasuk pembatalan pesanan dari kawasan Timur Tengah.
Meski begitu, dampak tersebut dinilai belum menyebar luas. LPEI melihat peluang tetap terbuka lebar di pasar nontradisional yang relatif lebih stabil dan tidak terdampak konflik.
Sebagai langkah antisipatif, LPEI menggenjot strategi diversifikasi pasar ekspor melalui skema PKE. Kawasan Afrika dan Asia Selatan kini menjadi target ekspansi baru untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.