Anis Matta: Mereka Berperang, Kita yang Kelaparan, Konflik Timur Tengah Ancam Krisis Pupuk dan Pangan Asia
- Satgas PRR
tvOnenews.com - Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, memperingatkan bahwa ancaman paling berbahaya dari konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan sekadar kenaikan harga minyak, melainkan krisis pupuk yang berpotensi memicu kelaparan di kawasan Asia. Peringatan itu ia sampaikan dalam wawancara eksklusif program One on One TV One, Jumat (29/5/2026).
Anis menjelaskan, Asia dengan populasi lebih dari empat miliar jiwa hampir sepenuhnya bergantung pada jalur distribusi yang melewati Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk untuk pasokan pupuk. Begitu jalur ini tersumbat akibat konflik yang berkepanjangan, ancaman kelaparan bukan lagi sekadar skenario terburuk.
"Saya suka mengatakan kepada teman-teman di Timur Tengah, Anda berperang, kami yang mati," ujarnya. Ia melanjutkan, "Kita akan punya masalah nanti masalah pupuk. Dan masalah pupuk ini akan menjadi masalah semua negara di kawasan Asia ini."
Menghadapi ancaman itu, Indonesia disebut Anis tengah aktif menjajaki kerja sama investasi pupuk dengan negara-negara penghasil fosfat. Langkah ini dinilai krusial sebagai instrumen utama ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
"Itu sebabnya pemerintah Indonesia sekarang ini berusaha mengejar terus sisi keamanan pangan ini sebagai instrumen utama untuk survive sebagai bangsa. Saya dari Laos kemarin yang kita yang kita mau bantu ini adalah kerja sama investasi soal pupuk. Juga dengan negara-negara di Timur Tengah seperti Jordan, Maroko, Aljazair dan negara-negara Timur Tengah yang punya fosfat," paparnya.
Pernyataan Anis mendapat respons serius dari Ketua DPW Partai Gelora Riau, Iskandar. Sebagai provinsi dengan jutaan hektare perkebunan sawit dan pertanian pangan, Riau dinilai berada di garis terdepan yang akan merasakan dampak jika pasokan pupuk global terganggu.
"Peringatan soal ancaman pupuk ini penting untuk diperhatikan serius, terutama bagi daerah seperti Riau yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Kalau rantai pasok pupuk global terganggu, petani kita yang pertama kena dampaknya," ujar Iskandar.
Iskandar juga mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha pertanian di Riau untuk tidak menunggu krisis terjadi sebelum bergerak. Menurutnya, diversifikasi sumber pupuk dan penguatan cadangan lokal perlu segera diantisipasi sebagai respons atas ketidakpastian geopolitik global.
Load more