news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Rosan Bongkar Komitmen Investasi Jumbo dari Jepang hingga China di Tengah Geopolitik Panas

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkap, gelombang komitmen investasi besar terus mengalir dari berbagai negara mitra strategis
Selasa, 21 April 2026 - 19:14 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Di tengah gejolak geopolitik global, minat investor asing terhadap Indonesia justru menunjukkan lonjakan signifikan. Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkap, gelombang komitmen investasi besar terus mengalir dari berbagai negara mitra strategis.

Usai melaporkan perkembangan investasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026), Rosan membeberkan bahwa kunjungan kerja ke sejumlah negara menjadi bukti kuat tingginya kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia.

“Iya, kebetulan kan saya juga berkeliling nih ya, baik kemarin minggu lalu, saya sebetulnya ini baru pulang juga dari Singapura, langsung saya ke sini dipanggil Pak Presiden (Prabowo Subianto),” jelas dia.

Rosan menjelaskan, dalam setiap kunjungan bersama Presiden ke negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang, pemerintah secara aktif bertemu langsung dengan para pelaku usaha, baik dalam forum besar maupun pertemuan terbatas.

“Sebelumnya saya juga ke China beberapa hari, kemudian juga bersama-sama dengan Pak Presiden ke Korea, ke Jepang, dan dalam setiap acara itu, pada saat mendampingi Pak Presiden, pasti ada acara bertemu dengan dunia usahanya,” kata Rosan.

Menurutnya, meski dunia sedang diliputi ketegangan geopolitik dan tekanan geoekonomi, minat investasi ke Indonesia tetap sangat tinggi dan bahkan terus meningkat.

“Dan kalau kami lihat bahwa ternyata terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, geoekonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi ya, masih sangat-sangat baik ya,” jelasnya.

Tren positif ini tercermin dari capaian investasi yang tetap sesuai rencana, bahkan menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.

“Dan ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan. Walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan kalau saya boleh sampaikan,” ungkapnya.

Rosan memaparkan, dalam satu dekade terakhir (2014–2024), total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Namun untuk periode lima tahun ke depan (2025–2029), target melonjak drastis menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.

“Nah, lima tahun dari 2025-2029 target yang diberikan kepada kami kalau dari Bappenas itu Rp13.000 triliun lebih. Jadi peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu,” ujar Rosan.

Yang menarik, komitmen investasi yang dibawa dari berbagai negara bernilai fantastis. Jepang menjadi salah satu kontributor terbesar, disusul Korea Selatan dan China.

“Kalau yang di Jepang kalau enggak salah itu hampir US$30 miliar lebih ya. US$30 miliar lebih. Yang di Korea itu waktu itu mencapai hampir US$10 miliar. US$10 miliar lebih juga. Jadi ya alhamdulillah cukup sangat-sangat baik lah,” bebernya.

“China juga tetap tinggi itu investasinya yang akan masuk ke kita di bidang bersama-sama juga dengan kami. Mereka juga investasinya juga sangat-sangat terjaga dan sangat-sangat baik,” lanjut dia.

Secara struktur, investasi di Indonesia kini semakin seimbang antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Sementara itu, lima besar negara investor masih didominasi Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

“Dan negaranya juga kami sampaikan, walaupun baru secara detail kami ada, tapi lima besarnya itu adalah Singapura kurang lebih US$4,6 miliar, Hong Kong US$2,7 miliar, Tiongkok US$2,2 miliar, Amerika Serikat US$1,7 miliar, Jepang US$1 miliar,” tandas dia.

Rosan menegaskan bahwa angka tersebut baru mencerminkan sekitar 29 persen dari total investasi yang masuk, menandakan masih besarnya potensi yang akan terus mengalir ke Indonesia.

Dengan arus komitmen investasi jumbo dari berbagai negara, Indonesia dinilai semakin kokoh sebagai magnet investasi global, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia. (agr/ree)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:15
05:13
01:54
02:04
01:04
05:37

Viral