news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.
Sumber :
  • dok.Setpres

Smelter hingga Telekomunikasi Dominasi Investasi di Indonesia, Danantara Klaim Serap 706 Ribu Tenaga Kerja di Awal 2026

Lonjakan investasi Indonesia pada awal 2026 tidak hanya mencetak rekor dari sisi nilai, tetapi juga memperlihatkan pergeseran kekuatan sektor-sektor strategis.
Selasa, 21 April 2026 - 22:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Lonjakan investasi Indonesia pada awal 2026 tidak hanya mencetak rekor dari sisi nilai, tetapi juga memperlihatkan pergeseran kekuatan sektor-sektor strategis.

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengungkap, sektor industri logam dasar termasuk smelter menjadi motor utama pertumbuhan investasi nasional.

“Sektornya yang paling besar sebetulnya itu kalau saya bacain lima besarnya aja ya. Itu di industri logam dasar atau barang logam, ya itu seperti smelter dan yang lain-lain,” jelas dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Dominasi sektor ini menegaskan arah kebijakan hilirisasi yang terus digenjot pemerintah. Di bawahnya, sektor jasa lainnya mencatat nilai investasi signifikan, diikuti sektor pertambangan, properti dan kawasan industri, hingga transportasi dan telekomunikasi.

“Kemudian jasa lainnya Rp60,2 triliun, pertambangan Rp51,9 triliun, kemudian perumahan, kawasan industri Rp47,9 triliun, dan yang nomor lima terbesar transportasi, gudang, dan telekomunikasi kurang lebih Rp45,4 triliun,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, kinerja investasi Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan capaian di atas target pemerintah.

“Realisasi investasi di 2026 ini, tadi di kuartal pertama saya melaporkan bahwa alhamdulillah tercapai pencapaian Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun, dan itu adalah peningkatan 7,22 persen year on year-nya,” tuturnya.

Tak hanya nilai investasi, dampak terhadap penyerapan tenaga kerja juga melonjak tajam, mencerminkan efek langsung terhadap perekonomian riil.

“Dan itu juga pencapaian terhadap tenaga kerja Indonesia-nya mencapai 706.569 orang atau 18,93 persen untuk year on year-nya,” kata dia.

Dari sisi komposisi sumber dana, keseimbangan antara investasi domestik dan asing menjadi indikator positif lainnya dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Walaupun saya juga menyampaikan dari Penanaman Modal Dalam Negeri-nya itu kurang lebih 49,89 persen atau hampir 50 persen, sama dengan Penanaman Modal Asing-nya,” ungkapnya.

Data ini menegaskan bahwa strategi industrialisasi dan hilirisasi mulai menunjukkan hasil nyata, dengan sektor-sektor berbasis sumber daya dan infrastruktur menjadi tulang punggung pertumbuhan.

Di tengah ketidakpastian global, capaian ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan.(agr/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:15
05:13
01:54
02:04
01:04
05:37

Viral