- istimewa - antaranews
Ade Armando Sentil Pernyataan Jusuf Kalla: Ucapan JK Buat Umat Kristen Tersinggung
Jakarta, tvOnenews.com - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) yang juga Pegiat media sosial, Ade Armando sentil pernyataan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK), terkait JK yang menyebutnya membuat gaduh soal potongan video ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tak tanggung-tanggung, Ade Armando juga membantah bahwa dirinya pembuat gaduh. Namun sejauh ini, Ade Armando menilai justru pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang menyinggung sebagian umat Kristiani.
"Saya membuat gaduh apa? Kan saya tidak membuat gaduh. Misal ada 19 organisasi sampai melaporkan Pak JK ke Polisi, itu kan enggak ada urusan sama saya, bukan karena saya," beber Ade Armando kepada awak media, yang dikutip pada Selasa (21/4/2026).
"Itu mereka keberatan ketika mereka umumnya dari organisasi Kristen, mereka tidak diterima (dengan isi ceramah Pak JK)," lanjut Ade Armando.
Di sisi lain, Ade Armando yang juga merupakan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menekankan dirinya hanya mengkritik sebagian isi ceramah Jusuf Kalla yang berpotensi membuat gaduh.
"Jadi yang sebenarnya bermasalah itu pernyataan Pak JK, bukan pernyataan saya. Saya sih enggak bikin gaduh, saya justru mengkritik ucapan-ucapan yang mungkin membuat gaduh, dan itu terbukti, ucapan Pak JK membuat sebagian umat Kristen menjadi tersinggung," ucapnya.
Bahkan Ade menegaskan bahwa dirinya hanya mengomentari sebagian isi ceramah Jusuf Kalla, tidak membuat gaduh, apalagi mengadu domba.
"Saya tidak mengadu domba. Saya tidak pernah menjelek-jelekkan, memanas-manasi orang Islam agar marah ke Kristen atau orang Kristen marah ke Islam, kan enggak. Saya cuma bilang ceramahnya Pak JK itu bermasalah," pungkasnya. (aag)
Sebelumnya diberitakan, Mantan Wapres Jusuf Kalla mengumpulkan tokoh agama dan pelaku sejarah perundingan damai Perjanjian Malino I dan Perjanjian Malino II di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).
Dalam hal itu, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pertemuan ini untuk meluruskan berbagai tudingan yang mengarah kepadanya.
Hal tersebut terkait dengan ceramah JK di Universitas Gadjah Mada yang viral di media sosial.