- Freepik
Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria berinisial A (32) tergeletak di Kali Berland Matraman, Jakarta Timur, usai diamankan warga akibat didapati membawa narkoba jenis sabu.
Terduga pelaku kepergok saat warga hendak membersihkan ikan sapu-sapu di kali. Peristiwa ini diunggah dalam akun media sosial Instagram @warungjurnalis, pada Senin (21/4).
Terlihat sejumlah warga tengah melihat terduga pelaku yang berada di dasar kali. Terduga pelaku tampak menutup wajahnya dan tak mengenakan baju.
Kemudian, terdapat barang bukti narkoba sabu yang diletakkan dalam plastik klip dan sebuah kotak, serta kantong kresek hitam.
Menanggapi peristiwa ini, Kapolsek Matraman Kompol Suripno mengatakan, pelaku telah diamankan ke Polsek Matraman.
“Pelaku berinisial A (32) masih di Polsek. Kejadian kemarin,” kata Suripno, kepada wartawan, Selasa (21/4).
Lebih lanjut, Suripno mengungkapkan kronologi penangkapan pelaku bermula saat warga sedang korve mencari ikan sapu-sapu.
“Kebetulan ada bocah mondar-mandir, mencurigakan. Orang yang kerja bakti pada nanya 'bocah mana itu' curiga. Itu bocah asing, ditanya ‘mau kemana’, nggak jelas. RT situ meriksa, dia (pelaku) malah mau pergi. Digeledah ditemukan itu (sabu). Tapi sedikit di bawah SEMA. Itu katanya dia beli sabu itu kemarin pengakuan dia 0,5 gram,” jelasnya.
Sementara itu, warga kesal akibat perbuatan terduga pelaku, sehingga pelaku disuruh tiduran di kali.
“Itu (pelaku tiduran di selokan) katanya warga situ kesal. Ditanya malah nggak terus terang, akhirnya mau direndam tapi nggak ada airnya. Dimasukin ke got itu, tapi nggak ada airnya,” ungkapnya
Kemudian, Suripno menyebutkan, pelaku positif menggunakan sabu usai pihak kepolisian melakukan tes urine. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi untuk tindak lanjut terhadap pelaku.
“Kemarin langsung dicek urine, hasilnya positif. Nanti tinggal kita rujuk mau rehab atau bagaimana, kita koordinasi dengan kejaksaan. Kalau bisa lanjut disidang kita lanjut, kalau direhab nanti kita carikan tempat rehab,” jelas Suripno. (ars/dpi)