- Antara
Gubernur KDM Heran dengan Penataan Kota Bandung, Desak Benahi Sampah hingga Kemacetan: Pulihkan Ibu Kota Jabar!
Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti penataan ruang di Kota Bandung. Perhatian itu setelah dirinya meninjau proyek revitalisasi Gedung Sate-Gasibu.
KDM melihat wajah Kota Bandung dinilai semrawut. Mulai dari banyak tumpukan sampah berserakan, penataan Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga persoalan transportasi.
KDM mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berbenah total. Ia menginginkan adanya pemulihan wajah Kota Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi Jabar yang bersih, tertata indah, dan berdaya saing.
KDM berpendapat langkah perbaikan dengan cara kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) rutin menjaga kebersihan lingkungan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari bahu-membahu membersihkan lingkungannya masing-masing satu kilometer menuju kantornya harus dalam keadaan bersih, tertata, indah, dan berestetika," ujar KDM dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Rabu (22/4/2026).
Dedi Mulyadi Soroti Masalah Tumpukan Sampah hingga Drainase
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KDM juga memberikan pujian kepada masyarakat. Mereka tak sedikit menunjukkan perannya turut mendukung berbagai upaya untuk membenahi kota agar kembali berkharisma, berwibawa hingga berorientasi pada perkembangan teknologi.
Namun, ia melihat upaya tersebut belum maksimal. Dalam kunjungannya beberapa hari lalu, ia dibuat terkejut dengan penataan ruang di lingkungan Pemprov dan Pemkot Bandung.
Permasalahan utama, di sekitar area depan Gedung Sate, Lapangan Gasibu hingga Monumen Perjuangan, KDM melihat tumpukan sampah masih belum terkendalikan.
Gubernur Jabar itu juga melihat masih banyak penumpukan sampah di berbagai sudut kota. Baginya, hal ini sebagai persoalan utama yang harus segera ditangani pemerintah.
"Kita paham ada beberapa hal yang harus segera dibenahi. Pertama, sampahnya harus segera tertangani dengan baik, tidak boleh lagi ada tumpukan gundukan di berbagai sudut kota," jelasnya.
Ia menyampaikan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat bisa dimanfaatkan. Pemerintah harus mengendalikan sampah disulap menjadi pembangkit listrik tenaga sampah.
Mantan Bupati Purwakarta ini juga menyinggung sejumlah PJU di seluruh wilayah Kota Bandung. Di tengah kunjungannya, ia melihat masih banyak PJU belum terurus secara optimal.
Ia memberikan sedikit kabar baik. Pemprov Jabar akan turun tangan menunjukkan komitmen memasang PJU di wilayah Kota Bandung.
"Terutama di jalan-jalan provinsi. CCTV-nya juga harus terintegrasi dengan baik," tambahnya.
Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI ini juga menyinggung sistem drainase. Menurutnya, aspek ini belum terintegrasi secara optimal sehingga harus segera diperbaiki.
Ia menegaskan, aliran air harus berjalan dengan baik. Sistem drainase yang optimal juga dapat mencegah banjir.
"Drainasenya harus segera dipulihkan agar air bisa mengalir, terutama ke daerah-daerah lebih rendah dan tidak menimbulkan banjir. Nantinya menciptakan drainase bebas dari sampah, bebas dari berbagai hambatan," terangnya.
Dedi Mulyadi Nilai Tata Ruang Kawasan Kota Bandung Kumuh
Lanjut, Dedi Mulyadi berpendapat tata ruang di kawasan kota masih terkesan kumuh. Ia mengingatkan betapa pentingnya penataan agar terlihat rapi dan estetis.
Ia kembali mengingat betapa pentingnya peran Bandung. Selain ibu kota, Bandung juga menjadi ikon Jawa Barat.
Kemudian, pria berusia 55 tahun ini menganggap Bandung sebagai kota surganya destinasi wisata. Bahkan Bandung sebagai salah satu ikon pusat belanja yang dapat memantik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sayangnya kemacetan masih sering terjadi. Dedi Mulyadi mendorong segera adanya pembangunan transportasi publik yang terintegrasi di wilayah Bandung Raya.
Ia menambahkan, infrastruktur seperti pembangunan underpass hingga jembatan layang juga menjadi solusi yang dipertimbangkan, terutama di titik-titik rawan kemacetan.
"Kemacetan harus ditangani dengan membangun transportasi publik yang terintegrasi di seluruh Bandung Raya," ucapnya.
Selain itu, KDM juga memberikan usulan terkait penggunaan lampu lalu lintas. Menurutnya, zaman sekarang harus beralih ke teknologi digital bertujuan dapat menyesuaikan durasi lampu dengan kondisi kendaraan di jalan setiap waktu.
"Sehingga menyesuaikan dengan jumlah kendaraan yang lewat, lama merah, lama hijaunya, dan lama kuningnya," lanjutnya.
KDM memberikan penekanan betapa pentingnya menjaga bangunan ikonik di Kota Bandung. Ia menekankan upaya penataan ruang tidak bertambah secara berlebihan yang berpotensi menambah kepadatan kota.
Dedi kembali memberikan apresiasinya. Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar terus bekerja sama demi berupaya membenahi kota.
"Saya ucapkan terima kasih buat Pak Wali Kota Bandung, yang setiap hari bahu-membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan kharisma, wibawa, dan keanggunan Kota Bandung," tukasnya.
(hap)