- Istimewa
Gelar Paskah Nasional 2025, BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia: Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita
Jakarta, tvOnenews.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar Paskah Nasional 2025 di STT SETIA Jakarta dengan mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita.”
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga panggung refleksi kebangsaan dan global di tengah meningkatnya konflik dunia.
Dalam sambutannya, Charles Gilbert selaku Koordinator Pusat (Korpus) BEM Kristiani Seluruh Indonesia menegaskan bahwa makna kebangkitan Kristus harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, khususnya dalam merespons krisis kemanusiaan global.
“Kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa rohani, tetapi panggilan untuk membangun kembali kemanusiaan yang retak oleh konflik, kebencian, dan ketidakadilan. Kasih harus menjadi jawaban atas dunia yang sedang dilanda ketegangan,” tegas Charles.
Ia secara khusus menyoroti konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang hingga kini terus memicu ketegangan geopolitik dan berdampak pada stabilitas global.
Menurut Charles, eskalasi konflik tersebut tidak hanya berdampak pada aspek politik dan ekonomi, tetapi juga menimbulkan penderitaan kemanusiaan yang luas.
“Tidak ada kemenangan sejati di atas penderitaan manusia. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan dialog damai sebagai satu-satunya jalan keluar,” ujarnya.
Lebih lanjut, BEM KSI mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak bersikap apatis terhadap isu global, melainkan aktif menjadi agen perdamaian yang membawa nilai kasih, toleransi, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Charles juga menekankan bahwa Indonesia memiliki peran strategis sebagai bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian dunia, sehingga penting untuk terus mendorong diplomasi dan solusi kemanusiaan dalam konflik internasional.
Acara Paskah Nasional ini dihadiri oleh mahasiswa Kristen dari berbagai daerah di Indonesia, tokoh gereja, serta pemuda lintas organisasi yang bersama-sama menyatakan komitmen untuk menjadi pembawa damai di tengah tantangan zaman.
Menutup pernyataannya, Charles mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Paskah sebagai momentum perubahan:
“Mari kita bangkit bersama Kristus, membarui cara kita memandang sesama, dan menghadirkan kasih sebagai kekuatan utama dalam membangun dunia yang damai, adil, dan beradab.”