- Istimewa
Hari Bumi Sedunia 2026: Dari Kesadaran Global hingga Aksi Nyata Tanam 1.000 Pohon di Bekasi
Jakarta, tvOnenews.com - Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap 22 April menjadi momentum global untuk mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian planet. Peringatan ini bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi refleksi bersama atas kondisi bumi yang kian menghadapi tekanan akibat krisis iklim dan kerusakan lingkungan.
Sejak pertama kali diperingati pada 1970, Hari Bumi Sedunia berkembang menjadi gerakan internasional yang mendorong perubahan kebijakan dan perilaku masyarakat. Kesadaran kolektif ini menempatkan lingkungan sebagai isu utama yang menyentuh berbagai sektor kehidupan, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.
Makna Hari Bumi Sedunia semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman global seperti pemanasan suhu, polusi, hingga berkurangnya sumber daya alam. Tema tahun 2026, “Our Power, Our Planet”, menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga bumi tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga individu dan komunitas.
Lebih dari sekadar peringatan, Hari Bumi Sedunia juga menjadi panggilan untuk bertindak. Setiap individu didorong melakukan langkah nyata, mulai dari mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, hingga menjaga ekosistem di sekitar.
Momentum ini juga mengajak masyarakat untuk kembali memahami hubungan manusia dengan alam. Bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan titipan yang harus dijaga demi keberlangsungan generasi mendatang.
Aksi Nyata Hari Bumi: Dari Individu hingga Komunitas
Dalam memperingati Hari Bumi Sedunia, berbagai aksi sederhana dapat dilakukan oleh siapa saja, antara lain:
-
Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
-
Menghemat listrik dan air
-
Menanam pohon atau tanaman
-
Mengelola sampah secara mandiri
-
Mengedukasi lingkungan melalui media sosial
Langkah kecil ini jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi Tanam 1.000 Pohon di Bekasi
Semangat Hari Bumi Sedunia 2026 juga diwujudkan melalui aksi konkret di berbagai daerah. Salah satunya dilakukan oleh Cermati Fintech Group yang berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Jawa Barat dan komunitas Kertabumi.
Dalam kegiatan yang digelar di kawasan Hutan Kota Eduforest, Kabupaten Bekasi, dilakukan penanaman 1.000 bibit pohon keras sebagai bagian dari program Zero Carbon.
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pegiat lingkungan, hingga karyawan perusahaan.
Jenis Pohon yang Ditanam
Dalam kegiatan tersebut, terdapat lima jenis pohon yang ditanam untuk mendukung fungsi ekologis kawasan, yakni:
-
500 bibit pohon jati
-
150 bibit pohon mahoni
-
150 bibit pohon manggis
-
100 bibit pohon pucuk merah
-
100 bibit pohon sengon
Penanaman ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan karbon sekaligus memperkuat fungsi hutan kota sebagai ruang hijau.
Komitmen Dunia Usaha terhadap Lingkungan
CEO Cermati Fintech Group, Andhy Koesnandar, menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi bukan hanya seremoni, melainkan komitmen jangka panjang.
Menurutnya, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Inisiatif ini adalah bagian dari upaya menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Eduforest Bekasi Jadi Pusat Edukasi Lingkungan
Kawasan Hutan Kota Eduforest dipilih karena memiliki peran strategis sebagai ruang terbuka hijau sekaligus pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Selain sebagai area konservasi, lokasi ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Dorong Gerakan Kolektif Jaga Bumi
Melalui aksi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hari Bumi Sedunia menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil memiliki kontribusi besar jika dilakukan secara bersama-sama.
Kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan lingkungan global di masa depan. (nsp)