- Dokumentasi Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Ungkap Fundamental Ekonomi Indonesia di Triwulan I-2026 Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
Kebijakan ini menjadi fondasi baru dalam sistem perizinan berbasis risiko yang lebih modern dan responsif.
Pembaruan KBLI mencakup sektor-sektor strategis seperti ekonomi digital, kecerdasan artifisial, mitigasi perubahan iklim, hingga penguatan jasa keuangan termasuk bullion bank, sebuah langkah untuk menyesuaikan regulasi dengan arah transformasi ekonomi global.
“Untuk memberikan kepastian kepada pelaku usaha, hari ini kami mengumumkan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Menteri Hukum, dan Kepala BPS. SEB ini menjadi panduan teknis operasional dalam menerapkan penyesuaian kode KBLI tanpa merugikan kepentingan pelaku usaha,” ujar Airlangga.
Implementasi KBLI 2025 dilakukan melalui dua mekanisme utama, yakni penyesuaian otomatis melalui integrasi sistem Ditjen AHU dengan OSS, serta penyesuaian mandiri oleh pelaku usaha jika terdapat perubahan dalam anggaran dasar perusahaan.
Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, bersama sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga.
Dengan kombinasi reformasi regulasi, stabilitas makro, dan percepatan investasi, pemerintah optimistis Indonesia akan tetap menjadi salah satu destinasi utama investasi global bahkan di tengah lanskap ekonomi dunia yang penuh tekanan. (agr/dpi)