- Threads/dewiinaw | Threads/tittaa555
3 Fakta Penganiayaan Massal di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tangan dan Kaki Anak Diikat hingga Idap Gangguan Paru-paru
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak daycare juga hanya memberikan akses CCTV di area luar saja, sedangkan area pengasuhan tertutup dari pantauan orangtua.
2. Ada 53 anak yang alami kekerasan fisik dan verbal
- Threads/tittaa555
Masih dari laporan yang dipublikasikan oleh Humas Pemda DIY, pihak Polresta Yogyakarta mengungkap fakta mengerikan terkait operasional daycare Little Aresha. Dari total 103 anak yang pernah dititipkan di sana, sebanyak 53 anak terverifikasi telah menjadi korban kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Skandal ini terbongkar berkat keberanian seorang mantan karyawan yang tak sanggup lagi melihat penderitaan para bayi di sana.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, memaparkan bahwa para korban berada pada rentang usia yang sangat rapuh, yakni mulai dari bayi baru lahir (0–3 bulan) hingga balita di bawah 2 tahun.
Mirisnya, tindakan keji ini diduga telah berlangsung selama setahun lebih, merujuk pada masa kerja para pengasuh.
Selain kekerasan fisik, polisi menyoroti kondisi fasilitas yang jauh dari kata layak. Pasalnya, terdapat tiga kamar sempit berukuran 3x3 meter yang masing-masing dipaksakan untuk menampung 20 anak sekaligus.
“Jadi ada tiga kamar ukuran sekitar 3x3 meter persegi, tetapi diisi 20 anak untuk satu kamar. Ini sudah mengarah pada tindakan diskriminatif."
"Anak-anak ditelantarkan begitu saja, ada yang diikat kakinya, tangannya, bahkan ada yang muntah namun dibiarkan tanpa ada upaya pembersihan,” ujar Kompol Rizky Adrian, dilansir dari laman resmi Pemda DIY.
3. Kondisi luka anak-anak yang jadi korban
- Threads/@riskynaaku via X/@bilbiils_
Masih dilansir dari laporan yang sama, dampak dari penganiayaan tersebut terlihat jelas pada kondisi fisik para korban yang masih anak-anak.
Tim medis menemukan berbagai bekas luka mulai dari kulit yang melepuh, bekas cubitan, cakaran, hingga luka di area punggung dan bibir.
Lebih memprihatinkan lagi, mayoritas anak yang dititipkan di tempat tersebut terkonfirmasi mengidap pneumonia atau infeksi paru-paru, yang diduga kuat akibat kondisi lingkungan penampungan yang buruk dan tidak higienis.