news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Kepala Staf Kepresidenan 3 Kali Diganti di Era Prabowo, Kini Dijabat Dudung, Intip Profil dan Kekayaan Rp13,3 Miliar

Tiga Kepala Staf Kepresidenan era Prabowo terungkap. Dudung Abdurachman disorot usai reshuffle kabinet dengan kekayaan Rp13,3 miliar.
Senin, 27 April 2026 - 17:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto kembali memunculkan dinamika baru di lingkar Istana. Salah satu posisi strategis yang mengalami perubahan dalam reshuffle kabinet terbaru adalah Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sejak awal pemerintahan hingga April 2026, tercatat sudah tiga sosok yang mengisi jabatan tersebut. Pergantian ini menjadi bagian penting dari strategi reshuffle kabinet Prabowo dalam memperkuat koordinasi pemerintahan.

Tiga Sosok KSP di Era Reshuffle Kabinet Prabowo

Dalam rangkaian reshuffle kabinet, posisi Kepala Staf Kepresidenan mengalami rotasi cukup cepat. Berikut tiga figur yang pernah menjabat:

1. AM Putranto (2024–2025)

Letjen TNI (Purn.) Anto Mukti Putranto menjadi Kepala Staf Kepresidenan pertama di era Presiden Prabowo. Ia dipercaya sejak awal pemerintahan untuk membantu mengawal program prioritas Presiden.

Penunjukannya mencerminkan pendekatan awal Prabowo yang mengandalkan figur militer dalam struktur strategis, sebelum akhirnya terjadi reshuffle kabinet berikutnya.

2. Muhammad Qodari (2025–2026)

Dalam reshuffle kabinet jilid berikutnya, posisi KSP diisi oleh Muhammad Qodari. Ia dilantik pada 17 September 2025, menggantikan AM Putranto.

Qodari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Latar belakangnya sebagai pengamat politik dan peneliti memberikan warna baru dalam pengelolaan komunikasi dan strategi Istana.

Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama. Dalam reshuffle kabinet terbaru April 2026, ia kembali digeser ke posisi lain.

3. Dudung Abdurachman (2026–sekarang)

Nama Dudung Abdurachman menjadi sorotan utama dalam reshuffle kabinet terbaru. Ia resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Qodari.

Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 52 P Tahun 2026. Sebelum menjabat KSP, Dudung merupakan Penasihat Khusus Presiden bidang pertahanan nasional.

Profil Dudung Abdurachman: Jenderal yang Kini Masuk Lingkar Istana

Dalam konteks reshuffle kabinet, Dudung bukan sosok baru. Ia adalah purnawirawan jenderal TNI AD dengan rekam jejak panjang di militer.

Dudung lahir di Bandung pada 19 November 1965 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988. Ia memulai karier di Korps Infanteri dan meniti berbagai jabatan strategis.

Karier militernya meliputi:

  • Komandan Yonif dan Dandim di berbagai wilayah

  • Pangdam Jaya (2020–2021)

  • Pangkostrad (2021)

  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-33

Namanya sempat menjadi perhatian publik saat menjabat Pangdam Jaya, terutama karena langkah tegasnya dalam sejumlah kebijakan di lapangan.

Dalam reshuffle kabinet, pengalaman panjang ini menjadi dasar kepercayaan Presiden Prabowo untuk menempatkannya di posisi KSP.

Kekayaan Dudung Abdurachman: Rp13,3 Miliar

Selain profil, aspek kekayaan Dudung juga menjadi sorotan dalam momentum reshuffle kabinet. Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 20 Januari 2025, total kekayaannya mencapai:

Rp13.327.295.131 (Rp13,3 miliar)

Rincian Kekayaan Dudung Abdurachman:

1. Tanah dan Bangunan: Rp8.800.000.000
Aset ini tersebar di beberapa wilayah seperti:

  • Magelang

  • Bandung

  • Subang (dengan beberapa bidang tanah bernilai miliaran rupiah)

2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp1.100.000.000

  • Toyota Veloz 2019

  • Honda PCX 2020

  • Toyota Fortuner 2020

  • Toyota Corolla Cross 2020

3. Harta Bergerak Lainnya: Rp1.567.000.000
4. Kas dan Setara Kas: Rp1.860.295.131

Menariknya, dalam laporan tersebut tidak tercantum utang maupun surat berharga, sehingga total kekayaan bersih tetap berada di angka Rp13,3 miliar.

Reshuffle Kabinet dan Strategi Prabowo

Pergantian posisi KSP melalui reshuffle kabinet menunjukkan bahwa Presiden Prabowo terus melakukan evaluasi terhadap struktur inti pemerintahannya.

Posisi Kepala Staf Kepresidenan sendiri sangat krusial karena berfungsi sebagai penghubung antara Presiden dengan pelaksanaan program strategis di lapangan.

Dengan menunjuk Dudung, Prabowo dinilai kembali menempatkan figur berlatar belakang militer dalam posisi kunci, sebuah pola yang beberapa kali muncul dalam dinamika reshuffle kabinet.

Dinamika Kekuasaan di Balik Reshuffle Kabinet

Tiga nama yang silih berganti di posisi KSP menjadi bukti bahwa reshuffle kabinet di era Prabowo berlangsung dinamis dan cepat.

Mulai dari figur militer, beralih ke analis politik, lalu kembali ke jenderal TNI, menunjukkan pendekatan fleksibel dalam memilih sosok yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan pemerintahan saat itu.

Di tengah intensitas reshuffle kabinet yang tinggi, publik kini menaruh perhatian pada efektivitas kinerja para pejabat baru, termasuk Dudung Abdurachman yang kini memegang peran strategis di jantung pemerintahan. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:28
04:36
01:10
02:37
07:46
03:48

Viral