news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jumhur Hidayat.
Sumber :
  • tim tvOne - Asben Bennef

Jadi Menteri di Tengah Reshuffle Kabinet, Jumhur Hidayat Tetap Turun ke Jalan Pimpin Konvoi Buruh 1 Mei

Jumhur Hidayat tetap pimpin konvoi buruh saat May Day meski sudah dilantik jadi Menteri LH dalam reshuffle kabinet Prabowo.
Senin, 27 April 2026 - 17:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) dalam momentum reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto membawa dinamika baru. Di tengah statusnya sebagai pejabat negara, Jumhur memastikan tetap turun langsung bersama buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2026.

Langkah ini menjadi sorotan karena terjadi tepat setelah reshuffle kabinet, ketika banyak pihak menilai seorang menteri biasanya akan menjaga jarak dari aksi massa. Namun, Jumhur justru menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis depan gerakan buruh.

Tetap Pimpin Konvoi 40 Ribu Buruh di Hari Buruh

Dalam pernyataannya usai dilantik dalam reshuffle kabinet, Jumhur menyebut dirinya akan tetap memimpin konvoi besar buruh dengan sepeda motor di Jakarta.

Ia memperkirakan sekitar 40 ribu buruh akan ikut serta dalam konvoi tersebut. Aksi ini akan bergerak menuju kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai titik pusat peringatan May Day 2026.

“Saya sendiri rencana, itu kan hari libur, saya akan naik motor memimpin dari Jakarta, sekitar 40 ribu naik motor,” kata Jumhur.

Keputusan ini menunjukkan bahwa meskipun telah masuk kabinet melalui reshuffle kabinet, ia tidak meninggalkan identitasnya sebagai aktivis buruh.

Menteri dari Kalangan Buruh, Tetap Jaga Idealisme

Masuknya Jumhur ke dalam kabinet melalui reshuffle kabinet disambut positif oleh kalangan serikat pekerja. Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menyebut pengangkatan tersebut sebagai kehormatan bagi gerakan buruh nasional.

Menurutnya, kehadiran tokoh buruh di dalam pemerintahan menjadi simbol pengakuan terhadap perjuangan pekerja di Indonesia.

Namun, ia juga mengingatkan agar Jumhur tetap menjaga idealisme dan tidak melupakan akar perjuangannya meskipun telah masuk dalam lingkar kekuasaan melalui reshuffle kabinet.

“Bung Jumhur menyampaikan ke saya, pasti beliau tidak akan pernah meninggalkan idealisme sebagai pimpinan buruh,” ujar Andi Gani.

Reshuffle Kabinet Tak Mengubah Komitmen Gerakan

Di tengah dinamika reshuffle kabinet, langkah Jumhur dinilai berbeda dibandingkan pejabat lainnya. Ia tetap memilih turun langsung ke lapangan, bukan hanya menjalankan fungsi birokrasi di dalam pemerintahan.

Bagi Jumhur, momentum May Day bukan sekadar aksi, tetapi juga ruang untuk merayakan capaian kebijakan pemerintah yang dinilai mulai berpihak kepada buruh.

Ia menyebut, saat ini pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret seperti pembentukan Satuan Tugas Mitigasi PHK melalui Keputusan Presiden.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ia tetap ingin hadir langsung di tengah massa buruh, meski telah menjadi bagian dari kabinet hasil reshuffle kabinet.

Soroti Isu Outsourcing dan Kesejahteraan Buruh

Selain itu, Jumhur juga menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan tetap menjadi perhatiannya. Ia menyoroti pentingnya pengetatan regulasi tenaga alih daya atau outsourcing.

Menurutnya, perbaikan sistem ketenagakerjaan harus menjadi prioritas agar tercipta keadilan bagi pekerja di Indonesia.

Dengan posisi barunya sebagai menteri melalui reshuffle kabinet, Jumhur diharapkan mampu menjembatani kepentingan buruh dan pemerintah.

Fokus Baru: Sampah dan Isu Lingkungan Global

Di sisi lain, sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur mengakui bahwa tanggung jawabnya kini semakin besar. Ia menyebut persoalan sampah sebagai isu utama yang harus segera ditangani.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mengikuti perkembangan kesepakatan lingkungan internasional secara bertahap.

“Menteri LH banyak tugas, yang paling di depan mata soal sampah, dan kita harus mengikuti isu global,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tetap aktif dalam gerakan buruh pasca reshuffle kabinet, Jumhur juga mulai mengarahkan fokus pada isu lingkungan yang menjadi mandat barunya.

Simbol Baru dalam Dinamika Reshuffle Kabinet

Kehadiran Jumhur dalam kabinet hasil reshuffle kabinet sekaligus menjadi simbol pertemuan antara gerakan sosial dan kekuasaan.

Di satu sisi, ia kini berada di dalam sistem pemerintahan. Di sisi lain, ia tetap mempertahankan perannya sebagai representasi suara buruh.

Langkahnya memimpin langsung konvoi puluhan ribu buruh pada May Day 2026 menjadi penegasan bahwa reshuffle kabinet tidak selalu mengubah identitas seorang tokoh.

Justru, dalam kasus Jumhur, reshuffle kabinet menjadi jembatan baru untuk membawa aspirasi buruh lebih dekat ke pusat pengambilan kebijakan. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

23:28
07:28
04:36
01:10
02:37
07:46

Viral