- istimewa
Fakta-fakta Mengerikan Kapal Tanker Bermuatan Minyak Dibajak di Somalia, 4 WNI Kena Sandera
Jakarta, tvOnenews.com - Kapal tanker berumatan minyak (Kapal Tanker Honour 25) dibajak perompak di perairan Somalia. Sontak, kabar itu menyedot perhatian publik Indonesia.
Pasalnya, empat (4) WNI dari 17 awak kapal tanker tersebut disandera perompak. Bahkan kondisinya begitu memprihatinkan.
Lantas, fakta-fakta apa saja yang terungkap dalam insiden itu.
1. Pembajakan Terhadap Kapal Tanker Honour 25
Pada tanggal 25 April 2026, telah terjadi pembajakan terhadap kapal tanker Honour 25 di perairan dekat pesisir Somalia oleh enam orang bersenjata.
Kapal yang membawa ±18.500 barel minyak tersebut disandera bersama 17 awak kapal, terdiri dari 10 WN Pakistan, 4 WNI, serta masing-masing 1 WN Sri Lanka, Myanmar dan India.
2. Data 4 WNI yang Disandera
Adapun empat WNI yang disandera sebagai berikut.
1. Ashari Samadikun (Kapten Kapal)
2. Iudin (Chief Engineer),
3. Adi (3rd Engineer)
4. F. Mutakin
3. Rute Kapal Tanker
Kapal diketahui berlayar dari Berbera menuju Mogadishu dan saat diserang berada sekitar ±30 nautical miles dari pantai.
Berdasarkan informasi otoritas keamanan Puntland, kapal saat ini masih dalam penguasaan perompak dan bergerak di wilayah perairan Somalia bagian timur laut.
4. Pola Sasaran Terbaru
Perkembangan situasi menunjukkan bahwa aktivitas perompakan di kawasan Somalia kembali meningkat setelah sempat menurun sejak 2011, dengan pola sasaran kapal tanker dan kapal niaga.
Insiden ini berpotensi berdampak pada stabilitas pasokan energi di wilayah tersebut serta meningkatkan nilai tebusan yang diminta perompak.
5. Proses Penanganan ABK
Hingga saat ini, proses penanganan dilakukan secara tertutup melalui jalur lokal dan pemilik kapal, guna menghindari eskalasi nilai tebusan, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan seluruh kru termasuk WNI.
Perkembangan lebih lanjut akan kami laporkan pada kesempatan pertama.
6. Pernyataan Kemlu RI Terkait Pembajakan di Somalia
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan koordinasi intensif dan langkah lanjutan telah ditempuh untuk memastikan keamanan dan keselamatan ABK WNI yang menjadi korban pembajakan kapal di Somalia.
Disampaikan Direktur PWNI Kemlu RI Heni Hamidah, pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia, pada Rabu (22/4) lalu.
“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” kata Heni.