news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fakta-fakta Mengerikan Kapal Tanker Bermuatan Minyak Dibajak di Somalia, 4 WNI Kena Sandera.
Sumber :
  • istimewa

Fakta-fakta Mengerikan Kapal Tanker Bermuatan Minyak Dibajak di Somalia, 4 WNI Kena Sandera

Kapal tanker berumatan minyak (Kapal Tanker Honour 25) dibajak perompak di perairan Somalia. Sontak kabar itu menyedot perhatian publik. Pasalnya 4 WNI dari 17
Senin, 27 April 2026 - 20:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kapal tanker berumatan minyak (Kapal Tanker Honour 25) dibajak perompak di perairan Somalia. Sontak, kabar itu menyedot perhatian publik Indonesia.

Pasalnya, empat (4) WNI dari 17 awak kapal tanker tersebut disandera perompak. Bahkan kondisinya begitu memprihatinkan.

Lantas, fakta-fakta apa saja yang terungkap dalam insiden itu.

1. Pembajakan Terhadap Kapal Tanker Honour 25  

Pada tanggal 25 April 2026, telah terjadi pembajakan terhadap kapal tanker Honour 25 di perairan dekat pesisir Somalia oleh enam orang bersenjata. 

Kapal yang membawa ±18.500 barel minyak tersebut disandera bersama 17 awak kapal, terdiri dari 10 WN Pakistan, 4 WNI, serta masing-masing 1 WN Sri Lanka, Myanmar dan India. 

2. Data 4 WNI yang Disandera  

Adapun empat WNI yang disandera sebagai berikut.

1. Ashari Samadikun (Kapten Kapal)

2. Iudin (Chief Engineer),

3. Adi (3rd Engineer)

4. F. Mutakin 


3. Rute Kapal Tanker  

Kapal diketahui berlayar dari Berbera menuju Mogadishu dan saat diserang berada sekitar ±30 nautical miles dari pantai. 

Berdasarkan informasi otoritas keamanan Puntland, kapal saat ini masih dalam penguasaan perompak dan bergerak di wilayah perairan Somalia bagian timur laut.

4. Pola Sasaran Terbaru  

Perkembangan situasi menunjukkan bahwa aktivitas perompakan di kawasan Somalia kembali meningkat setelah sempat menurun sejak 2011, dengan pola sasaran kapal tanker dan kapal niaga. 

Insiden ini berpotensi berdampak pada stabilitas pasokan energi di wilayah tersebut serta meningkatkan nilai tebusan yang diminta perompak. 

5. Proses Penanganan ABK  

Hingga saat ini, proses penanganan dilakukan secara tertutup melalui jalur lokal dan pemilik kapal, guna menghindari eskalasi nilai tebusan, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan seluruh kru termasuk WNI. 

Perkembangan lebih lanjut akan kami laporkan pada kesempatan pertama.

6. Pernyataan Kemlu RI Terkait Pembajakan di Somalia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan koordinasi intensif dan langkah lanjutan telah ditempuh untuk memastikan keamanan dan keselamatan ABK WNI yang menjadi korban pembajakan kapal di Somalia.

Disampaikan Direktur PWNI Kemlu RI Heni Hamidah, pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia, pada Rabu (22/4) lalu.

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” kata Heni.

Ia menyampaikan bahwa upaya saat ini difokuskan pada tindak lanjut penanganan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait.

KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama melalui koordinasi intensif dan terukur dengan seluruh pihak terkait lainnya, ucap Heni.

Hal tersebut adalah untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan para ABK WNI, demikian Direktur PWNI Kemlu RI.

Heni menambahkan bahwa menurut informasi yang diperoleh, di dalam kapal tersebut terdapat empat WNI, kemudian 10 WN Pakistan, seorang WN India, dan seorang WN Myanmar.

Adapun pada Minggu (26/4), keluarga korban pembajakan Kapal Tanker Honour 25 meminta pemerintah RI dan Presiden Prabowo Subianto agar segara menyikapi kasus tersebut demi keselamatan para ABK.

Sitti Aminah, ibu kandung Kapten kapal Honour 25 Ashari Samadikun, menyebut kapal yang dinakhodai anaknya mengangkut komoditas minyak dan berlayar dari Oman sejak awal tahun ini.

Sementara itu, istri korban, Santi Sanjaya, berkata masih dapat berkomunikasi dengan suaminya sebelum kapal tersebut diambil alih bajak laut Somalia. 

Dalam komunikasi terakhir, korban sempat menyebut kapalnya akan diserang perompak, kata dia.

Setelah berhasil terhubung kembali dengan suaminya di atas kapal, diketahui para ABK dalam kondisi baik, tetapi mereka menghadapi tekanan psikologis karena situasi yang berubah-ubah, ucap Santi.

Ia juga mengungkapkan para perompak meminta tebusan uang.

Menurut pemberitaan sebelumnya, diketahui keempat WNI di kapal tersebut terdiri dari dua warga Sulawesi Selatan dan dua lainnya asal Jawa Barat dan Jawa Tengah. (aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:29
09:58
23:28
07:28
04:36
01:10

Viral