- dok viva semarang/ KAI Commuter
Bantu Pengguna KRL, KAI Commuter Sediakan Shuttle Bus usai Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Jakarta, tvonenews.com- Kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek tabrak commuter line di Stasiun Bekasi Timur, berdampak pada pengguna KRL.
Pihak KAI Commuter pun menginformasikan adanya bantuan untuk pengguna KRL yang terdampak. Dengan menyediakan shuttle bus di Terminal Bulak Kapal Bekasi menuju Stasiun Bekasi.
Hal ini disediakan sebagai langlah bantuan karena adanya penghentian sementara KRL jurusan Cikarang.
Sebab proses evakuasi masih berlanjut, setelah insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur.
"Sehubungan dengan belum adanya keberangkatan perjalanan Commuter line dari Cikarang, akibat adanya insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur saat ini masih ada evakuasi," keterangan Commuter line dalam instagramnya, Selasa (28/4).
"KAI Commuter menyediakan shuttle bus transjakarta dari Terminal Bulak Kapal Bekasi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamannya," jelasnya.
- dok viva semarang/ KAI Commuter
Diinformasikan KAI Commuter menyediakan shuttle bus Transjakarta No. TJ 785, TJ 854, TJ 531, dan TJ 782.
Dengan demikian, pengguna KRL atau commuter line bisa menyesuaikan kembali jadwal keberangkatannya.
Kronologi KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL
Menurut keterangan korban yang selamat dari kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL semalam (27/4) di Stasiun Bekasi Timur, kalau adanya banyak orang terjepit dalam gerbong belakang.
- ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr/aa
"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," jelasnya, dikutip dari Antara.
Sehubunga dengan kejadian ini, Munir mengatakan juga kalau peristiwa ini terjadi karena dipicu adanya tabrakan KRL dengan taksi online, taksi Green SM.
KRL yang terjadi penabrakan tersebut berbeda jalur. CommuterLine (KRL) yang ia tumpangi berhenti di jalur 1, Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, CommuterLine melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang.
"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya lagi.
Menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Sebagaimana diketahui, insiden maut ini terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Melansir dari Antara, tim SAR melaporkan sampai Selasa pukul 05.11 WIB masih terdapat tiga dari tujuh orang penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8.
Sebanyak tiga orang penumpang yang terjepit berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, terakhir adalah seorang perempuan berinisial S (26) tahun.
Korban disebut langsung dibawa ke RSUD Bekasi untuk tindakan medis.
Sementara itu total korban meninggal dunia saat ini tercatat sebanyak lima orang. KAI juga memastikan pihaknya telah melakukan evakuasi secara menyeluruh.
"Saat ini korban meninggal dunia tercatat empat orang dan 79 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik," katanya.
"Kami terus melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” jelas Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.(klw)