- Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Prabowo Tinjau TPST Banyumas, Dorong Ekonomi Sirkular: Sampah Disulap Jadi Sumber Nilai dan Lapangan Kerja
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru pengelolaan sampah nasional dengan meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat dorongan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, tetapi sebagai sumber daya bernilai ekonomi.
Model Terpadu dari Rumah Tangga hingga Hilir
Dalam peninjauan tersebut, Prabowo melihat langsung alur pengolahan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga hingga tahap pemrosesan akhir di fasilitas terpadu. Sistem ini dinilai mampu menjawab persoalan klasik penumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Jadi ini saya kira sangat efektif, ya. Menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” ujar Prabowo kepada awak media.
Model TPST BLE Banyumas disebut sebagai contoh konkret transformasi pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan.
Teknologi Sederhana, Sistem Terintegrasi
Prabowo menekankan bahwa sistem yang digunakan di TPST BLE tidak bergantung pada teknologi canggih yang mahal, melainkan mengandalkan perangkat yang relatif sederhana namun terintegrasi dalam satu sistem kerja yang efisien.
“Sebagian besar produk lokal dan dalam satu rangkaian sistem, dari rumah tangga sampai ke kabupaten. Jadi ini saya kira sangat efektif, ya,” jelasnya.
Fasilitas di TPST BLE Banyumas dilengkapi berbagai perangkat utama, antara lain:
-
Pre shredder (pencacah awal)
-
Tromol screen (pemilah sampah)
-
Mesin pencacah organik
-
Mesin pembersih
-
Sistem konveyor
Seluruh perangkat tersebut bekerja dalam satu alur yang memastikan proses pemilahan dan pengolahan sampah berjalan optimal.
Hasil Olahan Bernilai Ekonomi
Lebih dari sekadar pengolahan limbah, TPST BLE Banyumas mampu menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Beberapa produk yang dihasilkan antara lain:
-
Genteng plastik
-
Paving block plastik (manual dan injection)
-
Maggot segar
-
Kasgot (pupuk organik)
-
Refuse-derived fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif
Produk-produk ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat
Keberadaan TPST BLE tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Fasilitas ini membuka lapangan kerja baru serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Strategi Nasional Ekonomi Hijau
Pemerintah memandang model seperti TPST BLE sebagai bagian dari strategi besar dalam membangun ekonomi hijau dan memperkuat kemandirian daerah. Konsep ekonomi sirkular menjadi kunci dalam transformasi ini, di mana setiap limbah diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Dengan sistem yang terintegrasi, sampah tidak lagi menjadi beban bagi lingkungan, melainkan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan.
Langkah ini juga diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, sehingga pengelolaan sampah nasional dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berdampak luas. (agr/nsp)