- istimewa
DPR Sebut Tenaga Kerja Lokal Masih Dominasi Industri di Morowali, TKA Di Bawah 10 Persen
Jakarta, tvOnenews.com - DPR RI menyoroti perkembangan industri di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Anggota Komisi XIII DPR RI, Fransciscus Maria Agustinus Sibarani, turun langsung ke lokasi saat kunjungan reses.
Dari hasil peninjauan, Sibarani menyebut tenaga kerja lokal masih mendominasi aktivitas industri di Morowali.
“Kami melihat langsung di lapangan bahwa tenaga kerja lokal tetap menjadi tulang punggung utama dalam aktivitas industri di Morowali. Ini penting agar industrialisasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Sibarani mengatakan, jumlah tenaga kerja asing (TKA) masih terbatas, bahkan tidak sampai 10 persen dari total pekerja.
Menurutnya, kondisi ini membantah anggapan bahwa industri lebih banyak mengandalkan tenaga kerja luar.
Sibarani menilai investasi yang masuk mulai berdampak langsung, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal.
Meski begitu, ia mengingatkan agar penggunaan TKA tetap diawasi ketat. Ia menegaskan, TKA seharusnya hanya untuk transfer keahlian, bukan menggantikan pekerja lokal.
Di sisi lain, ia juga menyoroti tingginya pergerakan warga negara asing di kawasan tersebut.
Diketahui, data pengawasan keimigrasian Januari–Maret 2026 mencatat lebih dari 11 ribu keberangkatan dan sekitar 9.500 kedatangan warga asing.
“Mobilitas yang tinggi adalah konsekuensi dari pertumbuhan industri. Yang terpenting adalah seluruh aktivitas tersebut tercatat, diawasi, dan berada dalam kepastian hukum, sehingga stabilitas dan ketertiban tetap terjaga,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kinerja imigrasi di Sulawesi Tengah dalam mengawasi izin dan keberadaan warga asing.
Namun, ia menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar investasi tetap sejalan dengan kepentingan nasional.
“Morowali hari ini menunjukkan bahwa industrialisasi bisa tumbuh besar tanpa mengabaikan peran tenaga kerja lokal. Ini harus terus dijaga, agar investasi tidak hanya besar secara angka, tetapi juga kuat dalam menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya. (rpi/aag)