- X @gnocchiq2
Kronologi Terungkap: Korsleting Taksi di Perlintasan Picu Rangkaian Kecelakaan KRL dan Argo Bromo, Sopir Diamankan
“Pengemudi sudah diamankan untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut,” kata Sandhi.
Polisi juga tengah melakukan analisis mendalam menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) guna mengungkap secara detail rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.
Korban Tewas Bertambah Jadi 15 Orang
Di sisi lain, jumlah korban dalam tragedi ini terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026), total korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, merinci lokasi penanganan jenazah korban di sejumlah rumah sakit.
Sebaran Jenazah Korban:
-
RS Polri Kramat Jati: 10 jenazah
-
RSUD Bekasi: 3 jenazah
-
RS Bella Bekasi: 1 jenazah
-
RS Mitra Bekasi: 1 jenazah
Selain korban meninggal, sebanyak 76 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sehingga total keseluruhan korban dalam peristiwa ini mencapai 91 orang.
“Luka-luka ada 76, total korban 91 orang,” ungkap Budi.
Proses Identifikasi Masih Berlangsung
Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban.
Beberapa jenazah telah berhasil dikenali, sementara lainnya masih dalam tahap pencocokan data.
“Total meninggal memang 15 orang. Yang di sini masih dalam proses identifikasi, sementara di rumah sakit lain juga masih berlangsung,” ujar Prima.
Investigasi Berlanjut, Koordinasi Jadi Sorotan
Peristiwa ini menyoroti pentingnya sistem komunikasi dan koordinasi dalam operasional transportasi massal, khususnya pada jalur padat seperti lintasan Bekasi.
Gangguan kecil yang awalnya hanya berdampak pada satu kendaraan, nyatanya dapat berkembang menjadi tragedi besar ketika tidak direspons dengan sistem informasi yang cepat dan akurat.
Saat ini, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, sekaligus mengevaluasi sistem pengamanan di perlintasan sebidang.
Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan transportasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sistem, koordinasi, dan respons cepat di lapangan. (ars/nsp)