- Antara
Ojek di Stasiun Bekasi Timur: Tragedi Bintaro Ngeri, Saya Kaget Kereta Api Tabrak KRL Langsung di Tempat Mangkal
Bekasi, tvOnenews.com - Andi (34), tukang ojek online (ojol) di Stasiun Bekasi Timur memberikan pendapatnya. Ia mengaku kaget adanya insiden kecelakaan kereta api (KA) di tempat mangkalnya.
Kecelakaan ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir - Surabaya Pasarturi dengan Commuter Line (KRL). Insiden tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur (BKST), Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam hari WIB.
Andi menceritakan tragedi KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL kembali mengingatkan dirinya sejumlah insiden kecelakaan kereta api di masa lampau.
Ia mengatakan, dirinya selama ini hanya mengetahui kecelakaan kereta api terparah jatuh pada tragedi Bintaro. Kejadian ini dinilai sangat memilukan.
"Saya jadi ingat Bintaro. Menurut saya, itu paling parah dan ngeri ya kalau disebut sepanjang sejarah yang saya ketahui," ujarnya kepada tvOnenews.com di lokasi, Selasa (28/4/2026), dini hari WIB.
Jejak Singkat Tragedi Bintaro
- YouTube/MDTV NEWS OFFICIAL
Berdasarkan catatan yang dihimpun, tragedi Bintaro merupakan insiden tabrakan KA paling mematikan, bahkan mengerikan dalam sejarah di Indonesia.
Tragedi ini terjadi pada 19 Oktober 1987. Kejadian tersebut terjadi di Pondok Betung, Jakarta Selatan pada 19 Oktober 1987.
Tragedi ini melibatkan tabrakan adu banteng antara KA 225 Merak dan KA 220 Rangkasbitung. Kejadian tersebut setidaknya menewaskan lebih dari 139-156 orang.
Sementara, ratusan orang terluka akibat dua kereta adu banteng. Penyebab insiden ini akibat human error hingga kesalahan sinyal.
Ojek di Stasiun Bekasi Timur ini mengatakan, kejadian itu sangat pilu. Di masa mudanya, ia tidak menginginkan tragedi tersebut tidak terjadi lagi.
Menurutnya, tragedi Bintaro I sudah familiar dalam sejarah. Selain itu, kecelakaan serupa kembali terjadi sehingga disebut "Tragedi Bintaro 2".
"Setahu saya kecelakaan ini melibatkan kecelakaan KRL. Kalau di tahun 90-an kan belum ada," terangnya.
Tragedi Bintaro 2 terjadi usai lebih dari satu dekade dari kejadian sebelumnya. Insiden ini tepatnya terjadi pada 9 Desember 2013.
Tragedi ini melibatkan sebuah KRL jurusan Serpong-Tanah Abang. Kali ini, insiden tersebut tidak melibatkan sesama kereta, melainkan KRL menabrak sebuah truk tangki milik Pertamina.
Diketahui, truk tangki Pertamina tersebut mengangkut 24.000 liter premium. Kejadian ini akibat truk menerobos di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.
Akibatnya, truk tangki pengangku 24.000 liter premium ini terjebak di tengah perlintasan rel kereta api. Hingga pada akhirnya, kereta datang sehingga mengalami tiga kali ledakan hebat.
Tabrakan antara KRL dan truk tangki ini menciptakan bola api raksasa. Tragedi ini membuat gerbong depan khusus wanita terbakar, sementara truk tangki terseret sejauh 25 meter.
Tragedi Bintaro 2 mengakibatkan tujuh orang tewas, salah satunya kru dari kereta yang terus menyelamatkan penumpang.
Soal Insiden KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
- Kolase tvOnenews.com/ istimewa
Ia menganggap kejadian di Bintaro terulang. Meski demikian, kejadian ini terjadi di stasiun berbeda, tepatnya di Stasiun Bekasi Timur.
"Saya menilai kejadian pilu yang dulu muncul lagi. Kereta api jarak jauh menabrak (KRL) di tempat mangkal saya," jelasnya.
Ia berpendapat, gerbong khusus wanita sampai ringsek. Sementara, kepala gerbong KAJJ harus tembus ke dalam gerbong terakhir KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang nomor PLB 5568A.
"Tidak menyangka aja bisa terjadi di sini. Saya kebetulan lagi narik, jadi gak tahu kejadian pastinya. Tapi saya lihat itu mengerikan gerbong KRL untuk perempuan jadi korbannya," terangnya.
Ia berharap para petugas yang bersinergi menuntaskan proses evakuasi korban. Menurutnya, insiden ini tidak boleh dianggap sembarangan karena memakan banyak korban.
"Dua gerbong tembus jadi satu sudah di luar nalar. Saya nggak bisa berpikir lagi bagaimana kondisi keluarga mereka. Dari tadi, sudah banyak berdatangan membuat saya ikut sedih. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi ke depannya," tegasnya.
Ia mengharapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) segera melakukan penyelidikan. Selain itu, KAI juga wajib berbenah agar tidak ada kesalahan perjalanan kereta api menyebabkan kecelakaan maut.
Kronologi Kereta Api Jarak Jauh Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo sebelumnya menjelaskan awal mula kecelakaan ini. Insiden tersebut mulanya melibatkan sebuah KRL menabrak taksi.
KRL tersebut sedang mengarah ke Cikarang. Sayangnya terdapat sebuah taksi online terhenti setelah nekat menerobos di perlintasan sebidang JPL 86 dekat Bulak Kapal.
"Jadi, KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal ya," ucap Franoto.
Kecelakaan itu membuat rangkaian KRL harus dievakuasi. KAI langsung menetapkan sebagai perjalan nluar biasa (PLB) dengan kode 5181 lantaran penghentian dinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Insiden KRL menabrak taksi membuat petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya. KRL relasi arah Cikarang dengan kode PLB 5568 sehingga terhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.
Di balik itu, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti. Akibatnya, tabrakan keras tidak terelakkan dan KAJJ tersebut sampai tembus ke gerbong KRL khusus wanita.
(hap)