news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kondisi KRL yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Sumber :
  • Syifa Aulia-tvOne

Soal Kecelakaan Maut KRL di Stasiun Bekasi Timur, Pakar Transportasi Publik Bilang Begini

Soroti kecelakaan maut KRL di Stasiun Bekasi Timur, pakar transportasi publik dari Unpar, Prof. Tri Basuki Joewono, sebut begini.
Selasa, 28 April 2026 - 19:17 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Peristiwa tragis kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) masih menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar terkait penyebab pasti insiden tersebut. 

Tabrakan yang melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling memilukan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Polda Metro Jaya hingga Selasa (28/4/2026) sore, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang. 

Sementara itu, puluhan korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, seperti RSUD Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Detik-detik taksi Green SM tertabrak KRL yang disebut menyebabkan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Sumber :
  • via X/_urcoffeemate

Di tengah upaya penanganan korban dan proses penyelidikan yang masih berlangsung, pakar transportasi publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Prof. Tri Basuki Joewono, mengimbau publik untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan. 

Ia menekankan pentingnya menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.

“Mari kita tunggu hasil investigasi KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Semoga hasil investigasi dapat diselesaikan dan dipublikasikan dalam waktu dekat,” ujarnya, dikutip dari Antara News.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar setiap evaluasi yang dilakukan nantinya benar-benar berbasis data dan fakta yang akurat.

“Saya menyarankan untuk menunggu hasil investigasi KNKT. Setelah itu, baru dievaluasi bersama untuk mendalami lebih jauh, dan barulah mencari alternatif-alternatif solusi,” katanya.

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr/aa

Ia juga menegaskan bahwa perbaikan sistem transportasi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan pendekatan yang menyeluruh.

“Peran semua pihak untuk mendalami, lalu menyusun usulan yang komprehensif menjadi sesuatu yang penting,” ujarnya.

Sementara itu, kronologi awal kejadian yang beredar menyebutkan bahwa insiden bermula dari kecelakaan di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. 

Sebuah mobil taksi listrik tertabrak KRL yang melaju ke arah Jakarta. 

Kendaraan tersebut kemudian mengganggu jalur rel, sehingga menyebabkan KRL lain yang melaju dari arah berlawanan menuju Cikarang terpaksa berhenti.

Taksi Green SM usai ditabrak KRL Commuter Line
Sumber :
  • X @gnocchiq2

Dalam kondisi berhenti itulah, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL. 

Benturan keras bahkan dilaporkan menembus hingga gerbong khusus wanita, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan luka.

Hingga saat ini, tim gabungan dari Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota masih terus melakukan proses identifikasi terhadap korban. 

Dari total 15 korban meninggal dunia, sebanyak 10 di antaranya masih dalam tahap identifikasi lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan serius terhadap sistem keselamatan transportasi, khususnya di perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan. 

Banyak pihak berharap hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi dapat segera diumumkan agar menjadi dasar evaluasi menyeluruh.

Dengan begitu, langkah-langkah perbaikan yang diambil ke depan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa mendatang. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:12
01:37
03:36
02:04
05:17

Viral