- Istimewa
Dirut RRI Tekankan Transformasi SDM dan Fokus Organisasi Hadapi Disrupsi Media
Jakarta, tvOnenews.com — Direktur Utama Radio Republik Indonesia, Hendrasmo, menegaskan pentingnya menjaga fokus organisasi di tengah keterbatasan anggaran dan derasnya arus disrupsi media digital. Hal tersebut disampaikan saat pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan RRI pada 27 Mei 2026.
Dalam arahannya, Hendrasmo menekankan bahwa seluruh kepala satuan kerja harus tetap berpegang pada tujuan utama lembaga, yakni menjadikan RRI sebagai media yang tepercaya, relevan, berdampak, serta mampu menjadi sumber inspirasi nilai-nilai keindonesiaan.
“Di era disrupsi dengan banjir informasi, RRI harus hadir sebagai penerang di tengah maraknya disinformasi. Tetap relevan meski pola konsumsi media berubah, dan mampu memberi dampak nyata bagi bangsa,” ujarnya, Selasa (28/4).
Fokus Organisasi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Hendrasmo menegaskan bahwa tantangan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi kinerja organisasi. Ia meminta seluruh jajaran tetap fokus pada prioritas strategis, termasuk peningkatan kualitas konten dan pelayanan publik.
Menurutnya, keberhasilan RRI tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi dari sejauh mana lembaga mampu menjalankan fungsi sebagai media publik yang kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pendekatan efisiensi dan optimalisasi sumber daya menjadi kunci agar RRI tetap mampu bersaing di tengah perubahan industri media yang semakin cepat.
Penguatan SDM Jadi Prioritas Utama
Sebagai bagian dari transformasi, Hendrasmo menempatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Ia menyebutkan bahwa RRI memiliki peran strategis dalam mendukung visi dan misi Presiden Prabowo Subianto, sehingga kualitas SDM menjadi faktor penentu.
Dari lebih 5.000 pegawai RRI, saat ini kurang dari separuh yang memiliki latar belakang penyiaran dan pemberitaan. Untuk itu, percepatan peningkatan kompetensi terus dilakukan.
Target Sertifikasi dan Peningkatan Kompetensi
Hingga saat ini, lebih dari 800 wartawan dan penyiar telah mengikuti uji kompetensi. RRI menargetkan:
-
Lebih dari 1.000 personel tersertifikasi hingga akhir 2026
-
Peningkatan kapasitas jurnalisme multiplatform
-
Penguatan keterampilan digital dan produksi konten
Program ini dijalankan melalui Pusat Pengembangan Kompetensi yang mengadopsi konsep corporate university. Pendekatan ini memungkinkan pembelajaran berkelanjutan, baik melalui pelatihan formal maupun pembelajaran mandiri di masing-masing satuan kerja.