- Antara
Sentilan Menohok Dedi Mulyadi: Bandung Itu Penghasil Kopi Terbaik, tapi Wisatawan Disuguhi Sasetan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti sebuah ironi besar di kawasan wisata populer Ciwidey dan Pangalengan.
Meski Kabupaten Bandung menyandang status sebagai penghasil kopi arabika terbesar di Jawa Barat, warung-warung di lokasi wisata tersebut justru masih didominasi oleh produk kopi saset pabrikan.
Dedi Mulyadi meminta para pedagang setempat untuk berani beralih dari kopi instan ke kopi tubruk lokal.
Menurutnya, penggunaan kopi asli hasil bumi sendiri akan menciptakan identitas wisata yang lebih berkarakter dan berkelas.
"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya. Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan saset, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Bandung, Selasa (28/4).
Bukan tanpa alasan, kebijakan yang didorong KDM ini berlandaskan pada data yang impresif.
Berdasarkan catatan Dinas Perkebunan Jawa Barat, produksi kopi arabika di Kabupaten Bandung terus meroket tajam, dari 5.277 ton di tahun 2017 menjadi 8.567 ton pada tahun 2024.
Selain kopi, Dedi juga ingin menonjolkan potensi lokal lainnya seperti teh Malabar serta sajian kuliner autentik seperti lotek.
Ia berkeyakinan bahwa pengalaman rasa yang unik akan memberikan keterikatan emosional bagi para pengunjung.
"Hal itu akan membangun daya ingat. Ketika berkunjung ke sana, rasa kopi berbeda, aroma teh berbeda. Itu yang harus bisa mengikat orang yang datang," tegasnya.
Visi KDM untuk memajukan ekonomi kerakyatan ini sebenarnya sudah mulai digaungkan sejak rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung.
Ia mewacanakan adanya pembatasan penjualan kopi saset di area publik sebagai langkah nyata untuk melindungi komoditas perkebunan lokal dari dominasi industri massal.
Dengan aroma khas "kopi hutan", Dedi berharap wisatawan tidak hanya sekadar berkunjung, tapi juga membawa pulang kenangan rasa yang tak terlupakan. (ant/dpi)