news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Taksi Green SM usai ditabrak KRL Commuter Line.
Sumber :
  • X @TMCPoldaMetro

Nasib Sopir Taksi Green SM  Usai Diduga Jadi Pemicu Tabrakan Kereta di Bekasi, Polisi: Tak Bisa Disebut Nerobos

Menurut Sandhi, dugaan sementara mengarah pada masalah teknis berupa gangguan kelistrikan pada taksi listrik tersebut,
Rabu, 29 April 2026 - 10:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sopir taksi Green SM yang terlibat dalam rangkaian awal insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur kini diamankan aparat kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sopir tersebut saat ini berada di Polres Metro Bekasi Kota guna menjalani pendalaman terkait kejadian yang diduga bermula dari gangguan pada kendaraan yang dikemudikannya saat melintas di perlintasan sebidang kawasan Ampera.

"Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman," kata Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, dikutip Rabu (29/4/2026).

Menurut Sandhi, dugaan sementara mengarah pada masalah teknis berupa gangguan kelistrikan pada taksi listrik tersebut, yang menyebabkan kendaraan berhenti di tengah lintasan rel.

"Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan rel kereta api di Ampera," ujarnya.

Ia menjelaskan insiden antara taksi dan perjalanan kereta di titik awal tidak memakan korban jiwa dan hanya menimbulkan kerusakan material. Namun gangguan operasional akibat kejadian itu diduga berkontribusi terhadap peristiwa lanjutan yang berujung tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

"(KA Argo Bromo tabrak KRL) Mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat ke kereta api Argo Bromo Anggrek," tuturnya.

Terkait dugaan sopir menerobos lintasan, kepolisian belum mengambil kesimpulan ke arah tersebut. Menurut Sandhi, kondisi perlintasan di lokasi tidak memiliki palang pintu resmi, sehingga situasinya berbeda dengan perlintasan terjaga pada umumnya.

"Kami tidak bisa mengatakan ini menerobos karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana," ujarnya.

"Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan," lanjutnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, sopir Green SM terlihat berada di luar kendaraan sesaat setelah kejadian dengan kondisi syok. Ia tampak didampingi warga sekitar dan sempat kembali menghampiri mobil yang berhenti di atas rel.

Kepada warga di lokasi, sopir menjelaskan kendaraan yang dikemudikannya mendadak tidak bisa bergerak karena sistem terkunci saat berada di lintasan.

"Ini ngonci langsung (posisi mobilnya) Jadi kita mau jalanin gak bisa. Pas posisi kereta lewat, mobil mati," ujarnya.

Dugaan sementara, gangguan teknis pada kendaraan itulah yang memicu rangkaian gangguan operasional sebelum berujung pada kecelakaan besar di Bekasi Timur.

Sementara itu, pihak Green SM menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan mendukung penuh proses penyelidikan.

Melalui akun Instagram resmi perusahaan, manajemen menyebut telah menyerahkan informasi yang dibutuhkan untuk membantu investigasi.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis manajemen Green SM.

Perusahaan juga menegaskan terus memantau perkembangan kasus dan akan memberikan informasi lanjutan berdasarkan data yang telah terverifikasi.

Sebelumnya, Direktur Utara PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyampaikan dugaan awal insiden berawal dari temperan taksi hijau di perlintasan sebidang JPL 85 yang mengganggu operasional perjalanan kereta di area Stasiun Bekasi Timur.

Gangguan tersebut diduga membuat rangkaian KRL tertahan di jalur, sebelum kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.
 
Meski berbagai dugaan awal telah muncul, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT. Pemeriksaan terhadap sopir, evaluasi sistem perlintasan, serta analisis teknis rangkaian kereta menjadi bagian dari proses pengusutan menyeluruh atas tragedi tersebut. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
08:16
01:43
01:40
01:45
06:15

Viral