Groundbreaking 13 Proyek Strategis Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melanjutkan program hilirisasi nasional dengan memulai fase kedua yang ditandai melalui peletakan batu pertama proyek strategis di sejumlah daerah, termasuk di Cilacap.
Kegiatan ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara.
Pelaksanaan fase kedua hilirisasi dilakukan secara serentak di 13 titik proyek. Program ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang telah diluncurkan pada Februari 2026 di 11 lokasi.
Sejumlah proyek pada fase awal mencakup pembangunan smelter alumina di Kalimantan Barat, biofuel di Jawa Tengah, bioetanol dan pengolahan garam industri di Jawa Timur, serta pengembangan peternakan terintegrasi di berbagai wilayah.
Pada fase kedua, pemerintah menargetkan penguatan sektor energi, mineral, dan pertanian. Rincian proyek yang disampaikan meliputi:
Sektor energi:
- Pembangunan fasilitas pengolahan bahan bakar di Cilacap
- Pembangunan fasilitas pengolahan bahan bakar di Dumai
- Penguatan ketahanan energi di wilayah Maumere
- Penguatan distribusi energi di Palaran
- Pengembangan infrastruktur energi di Biak
Sektor mineral:
- Hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether di Tanjung Enim
- Pengembangan industri stainless steel berbasis nikel
- Produksi slab baja karbon dan bijih besi di Cilegon
- Pengembangan aspal Buton di Sulawesi Tenggara
- Hilirisasi tembaga dan emas di Gresik
Sektor pertanian:
- Hilirisasi kelapa sawit di Sei Mangkei, Sumatera Utara
- Pengolahan kelapa menjadi produk turunan industri
- Hilirisasi pala di Maluku Tengah dan Morowali
Di sektor energi, proyek-proyek tersebut diperkirakan mampu mengurangi impor bahan bakar minyak hingga sekitar 1,25 miliar dolar AS per tahun.
Sementara itu, hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether diharapkan dapat menekan ketergantungan impor LPG yang saat ini masih tinggi.
Secara keseluruhan, program hilirisasi yang tengah berjalan diperkirakan dapat menciptakan lapangan kerja hingga sekitar 600 ribu orang.
Nilai investasi dari proyek-proyek yang telah berjalan di luar fase pertama dan kedua mencapai sekitar 26 miliar dolar AS.
Pemerintah menilai hilirisasi sebagai strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memperkuat struktur industri nasional.